Kompas.com - 30/08/2017, 15:01 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Di tengah ketidakpastian regulasi soal kendaraan listrik nasional, PT Astra Honda Motor (AHM) bergeming. Saat ini model sepeda motor listrik terus dikembangkan, bekerjasama dengan berbagai pihak di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan konfirmasi prinspial yang sudah pasti menyiapkan kendaraan listrik, termasuk salah satunya di kategori roda dua pada 2018 mendatang.

Pengujian motor lsitrik Honda di Indonesia bahkan sudah dilakukan sejak semester kedua tahun lalu, melibatkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI dan Universitas Indonesia.

”Pemerintah pasti membuat kebiajakan ini (kendaran listrik) dengan tujuan ke depan akan sangat baik. Kami harus mendukung, mau tidak mau, tentu kita akan adaptasi dengan peruahan kebijakan dan kebutuhan konsumen,” kata Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM, (26/8/2017).

Thomas mengapresiasi percepatan pembentukan regulasi dari pemerintah yang saat ini bergulir dalam draft Peraturan Presiden Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Untuk Transportasi Jalan. Aturan ini masih dikerucutkan sebelum diteken Jokowi dalam waktu dekat.

”Honda seperti apa? Kami berkoordinasi dengan asosiasi (AISI), karena terkait banyak hal. Regulasi, teknologi, dan baterai, ini paling penting. Kami harus memastikan aman,” ujar Thomas.

Beberapa poin perhatian AHM adalah soal penggunaan yang harus aman untuk konsumen. Lalu, daya gerak, yang langsung dilimpahkan torsinya atau memberikan taste seperti motor dengan mesin bakar konvensional. Soal bunyi juga masih ditunggu aturannya.

”Target khusus secara produk dipersiapkan pada 2018. Sambil menunggu regulasinya seperti apa, mulai chargiing station, pom bensin, dan lainnya,” kata Thomas.

AHM, lanjutnya, juga berkutat soal baterai yang tidak membahayakan. Intinya, pengembangan sepeda motor listrik Honda harus aman dari segala sisi, dan itu memang butuh proses.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.