Pabrik Truk Mercy Lokal, Cita Rasa Global - Kompas.com

Pabrik Truk Mercy Lokal, Cita Rasa Global

Kompas.com - 30/08/2017, 08:02 WIB
Mercedes Benz Axor 2528C saat akan dipasangkan kepalanya atau kabin.Ghulam/KompasOtomotif Mercedes Benz Axor 2528C saat akan dipasangkan kepalanya atau kabin.

Bogor, KompasOtomotif – Bermodal investasi 25 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 333 miliaran, Mercedes Benz maksimalkan fasilitas produksi di Wanaherang, Bogor, untuk merakit truknya Axor 2528C di Indonesia. Kapasitas produksinya disebut mencapai 4.500 unit per tahun.

Sebagai produk berdarah Eropa, urusan kualitas disebut-sebut sebagai sesuatu yang prioritas. Bahkan untuk setiap detail, truk yang sudah dirakit harus keluar dari pabrik dalam kondisi benar-benar sempurna.

Fasilitas perakitan di Wanaherang diklaim sudah sesuai dengan standar internasional Daimler. Prosesnya terdiri dari beberapa langkah, dan melewati sekitar 10 pos, mulai dari pencetakan identitas pada sasis, pemasangan gearbox kemudi, pemasangan ABS dan berbagai sistem kabel, instalasi radiator, mesin, knalpot, roda dan grill.

Tahap selanjutnya adalah kontrol kualitas yang terdiri dari dua fase. Pertama dimulai dengan proses EOL (End-of-Life) untuk pemacuan sasis, pengujian rem, pengujian speedometer, dan shower. Setelah itu, fase akan dilanjutkan dengan pemeriksaan EOL berikutnya, seperti penyelarasan roda, uji slip samping, uji asap dan bidikan lampu depan.

Proses pemasangan engine dan radiator.Ghulam/KompasOtomotif Proses pemasangan engine dan radiator.

“Berdasarkan quality achievement produk, yang kami lakukan secara manual itu dinilai bagus, termasuk finishing-nya. Memang agak beda di sini yang masih manual, sementara di sana robotik (Jerman), tapi dari gap-nya tentu kami lebih teliti dan itu lebih bagus,” ujar Yunizar, Manager Produksi Mercedes Benz Indonesia, Selasa (29/8/2017).

Yunizar menambahkan, kalau pabrik perakitan truk Mercedes Benz Axor 2528C ini memiliki audit yang sangat ketat. Bahkan ketika tampak ada scratch sedikit saja pada cat, mereka langsung melakukan pengerjaan ulang.

“Kemudian rasio defects kami juga baik. Pasalnya kami menggaris bawahi, kalau konsumen di Indonesia ini agak unik, di mana yang namanya kualitas itu utama. Jadi meski kami produksi truk, tentu kualitasnya tetap kami jaga,” ucap Yunizar.


EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Seberapa Jauh Ban Kempis Bisa Dipakai?

Seberapa Jauh Ban Kempis Bisa Dipakai?

Tips N Trik
Mengerti Bedanya Berhenti dan Parkir

Mengerti Bedanya Berhenti dan Parkir

Tips N Trik
Tes Psikologi Saat Pengurusan SIM, Ada Tambahan Biaya?

Tes Psikologi Saat Pengurusan SIM, Ada Tambahan Biaya?

News
Ini Tujuan Tes Psikologi buat Pemohon SIM

Ini Tujuan Tes Psikologi buat Pemohon SIM

News
Penjelasan Polisi Terkait Sistem Satu Arah Arus Balik Lebaran

Penjelasan Polisi Terkait Sistem Satu Arah Arus Balik Lebaran

News
Mulai 25 Juni, Bikin dan Perpanjang SIM Pakai Tes Psikologi

Mulai 25 Juni, Bikin dan Perpanjang SIM Pakai Tes Psikologi

News
China Sudah Punya Tiruan Suzuki Jimny

China Sudah Punya Tiruan Suzuki Jimny

News
'Mas, Ini Bapaknya Ketinggalan di Rest Area'

"Mas, Ini Bapaknya Ketinggalan di Rest Area"

Feature
Daftar Motor Ekspor Terlaris dari Indonesia

Daftar Motor Ekspor Terlaris dari Indonesia

News
Dampak Negatif Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah saat Arus Balik

Dampak Negatif Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah saat Arus Balik

Feature
Kembali ke Jakarta Pakai Motor Sport, Periksa Bagian Ini

Kembali ke Jakarta Pakai Motor Sport, Periksa Bagian Ini

Tips N Trik
Rossi Kecewa Hasil Tes di Barcelona

Rossi Kecewa Hasil Tes di Barcelona

Sport
Tarif Tol JORR Batal Naik

Tarif Tol JORR Batal Naik

News
Wajah MPV Renault Pesaing Datsun GO

Wajah MPV Renault Pesaing Datsun GO

News
10 Langkah Antisipasi Kecelakaan Berkendara

10 Langkah Antisipasi Kecelakaan Berkendara

Feature
Close Ads X