Wintor, Wujud Nyata Proyek Mobil Perdesaan

Kompas.com - 29/07/2017, 07:42 WIB
Wintor jadi salah satu dari empat protoipe mobil perdesaan. Stanly/KompasOtomotifWintor jadi salah satu dari empat protoipe mobil perdesaan.
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Cikarang, KompasOtomotif - Wintor yang merupakan kendaraan perkebunan ternyata salah satu dari model mobil perdesaan. Hal ini pun diungkapkan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto saat meresmikan ekspor Wintor ke Malaysia.

"Kami punya empat prototipe untuk kendaraan perdesaan. Salah satunya yang dipamerkan di sini (Wintor), itu salah satu yang bisa masuk untuk jenis kendaraan perdesaan," ucap Airlangga kepada media di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).

Baca : Wintor, Kendaraan Khusus Sawit Buatan Astra

Menurut Airlangga, model terbaru dari Wintor yang merupakan generasi kelima masuk dalam kategori mobil perdesaan. Selain karena diproduksi dan didominasi komponen lokal, konfigurasi Wintor yang bisa dijadikan mobil penumpang dan pengangkut hasil perkebunan juga menjadi pertimbangan.

Wintor sendiri merupakan produksi PT Velasto Indonesia yang merupakan anak perusahaa dari Astra Otoparts. Kendaraan bergenre mini traktor ini hadir menawarkan solusi sebagai transportasi kendaraan perkebunan kelapa sawit.

Purwarupa Mobil Perdesaan WintorStanly/KompasOtomotif Purwarupa Mobil Perdesaan Wintor

Dari 2013 hingga saat ini, Wintor sudah punya lima generasi. Model keempat yang diekspor ke Malaysia dipasarkan mulai dari Rp 100 juta, sedangkan generasi kelima yang akan menjadi mobil perdesaan tersebut akan dijual dari harga Rp 60 jutaan.

Wintor memang mengatongi sarat untuk mobil perdesaan. Salah satunya ditunjukkan dengan penggunaan mesin diesel berkapasitas kecil keluaran Kubota yang diklaim memiliki sisi efisiensi bakar 0,5 liter Solar tiap jam pemakain

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca : Astra Mulai Ekspor Wintor ke Malaysia

"Untuk yang mobil perdesaan (generasi kelima) saat ini masih purwarupa, tapi secara keseluruhan hanya tinggal finishing. Kita memang menbuatnya dengan konsep single platform multi function, jadi satu platform bisa untuk diaplikasikan banyak fungsi," kata Reiza Treistanto Direktur Velasto Indonesia di waktu yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.