kolom

Balada "MPV Sejuta Umat Pembunuh Avanza"

Kompas.com - 24/07/2017, 08:01 WIB
Toyota Avanza TAMToyota Avanza
EditorAgung Kurniawan

Ilmu dan Dosa Avanza

Mengapa Toyota Avanza begitu dominan di pasar otomotif nasional, sampai-sampai tak ada satu merek manapun yang mampu menggoyahkannya?

Ibarat kesatria, Avanza itu punya ilmu tinggi yang sulit dikalahkan jawara lain, baik dari negeri sendiri (Jepang) atau tanah seberang (China). Ilmu yang diperoleh bukan dalam waktu singkat, tetapi bertahap, sabar, dan penuh sumber daya. Kesuksesan Avanza bukan “one man show” melainkan kerja tim yang solid saling mendukung. Bayangkan, hampir 14 tahun hadir di pasar otomotif nasional, populasi Avanza sudah lebih dari 1,6 juta unit.

Ilmu pertama yang sulit diimbangi merek-merek, seperti Honda, Suzuki, Mitsubishi, Chevrolet, atau bahkan Daihatsu sekalipun, adalah jaringan penjualan. Sampai saat ini, Toyota memiliki 302 gerai pemasaran dan layanan purnajual dari Sabang sampai Merauke. Bayangkan, Honda sampai saat ini baru punya 139 gerai, sedangkan Mitsubishi (khusus kendaraan penumpang) 90 gerai. Paling mendekati, adalah Suzuki dengan 292 gerai, tetapi buktinya, Ertiga masih belum bisa menggoyang Avanza. Tentu saja, ada faktor penunjang lain, seperti tingkat kepercayaan konsumen, harga sparepart yang beragam (banyak barang KW), dan harga jualnya yang tak pernah mengecewakan.

Ilmu kedua, yang juga sulit diimbangi merek lain, adalah ragam promo (diskon) yang besarannya juga tak sedikit. Raksasa Grup Astra yang berada di belakang Toyota Avanza, menjamin sumber daya keuangan yang relatif stabil. Membuat para pesaingnya semakin sulit bergerak, apalagi sampai menumbangkan si MPV Sejuta Umat Toyota.

Tetapi, meski kekuatan begitu besar, Avanza bukan tanpa cacat. Salah satu dosa terbesar Toyota dengan Avanza adalah lamanya siklus hidup (lifecycle) yang dimilikinya. Bayangkan, sudah hampir 14 tahun sejak dipasarkan, Avanza baru punya dua generasi. Bahkan, generasi kedua muncul setelah delapan tahun dipasarkan. Padahal, biasanya pembaruan generasi biasanya terjadi setiap lima tahun sekali. Larisnya Avanza dan tanpa lawan pada awal-awal kemunculannya, menjadikan Toyota berlama-lama tak menawarkan ubahan-ubahan baru.

Kondisi ini membuat jenuh sebagian konsumen, sehingga terbuai pada MPV Sejuta Umat Pembunuh dari merek lain. Fitur-fitur yang ditawarkan ke konsumen juga sama, terlalu lama “dipirit”. Ketika model lain menawarkan fitur kenyamanan, baru kemudian Avanza mengikuti pada tahun berikutnya. Jika saja tanpa memawas diri, jangan kaget di masa depan bakal ada masanya Avanza akan dikalahkan, tetapi dalam waktu dekat, sepertinya sulit terwujud.

Avanza akan masih menjadi karang yang kokoh di Indonesia, siap menjadi batu sandungan, penantang abadi, atau menyerang balik dengan keji buat para MPV Sejuta Umat Pembunuh merek lain yang datang mengancam. Jangan-jangan, judulnya nanti terbalik, “Terbunuh Lagi MPV Sejuta Umat oleh Toyota Avanza”. Woles.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X