Keselamatan Berkendara ”Menyusup” di MOS SMA

Kompas.com - 19/07/2017, 18:01 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Semarang, KompasOtomotif – Ada yang berbeda dari program Masa Orientasi Siswa (MOS) SMP Negeri 7 Semarang. Alih-alih mendapatkan materi mengenai pengenalan lingkungan pada hari pertama masuk, 250 siswa-siswi baru kelas 7 malah mendapatkan pelatihan aman berkendara.

Ajaran ini datang dari tim safety riding Astra Motor Jawa Tengah di halaman sekolah yang terletak di Jl. Imam Bonjol, Semarang Tengah, Senin (17/7/2017). Siswa SMP yang secara umur belum boleh naik motor di jalanan justru mendapat arahan dan bekal ketika mereka sudah jauh lebih dewasa kelak.

Menurut Supervisor Safety Riding Astra Motor Semarang Oke Desiyanto, kerjasama antar institusi pendidikan dan otomotif soal keselamatan berkendara ini menjadi hal yang sangat menggembirakan. Kegiatan seperti ini diharapkan menjadi salah satu cara berbeda dari Honda untuk menanamkan virus safety riding kepada seluruh lapisan elemen masyarakat di Indonesia.

”Jadi tantangan, karena kami harus memberikan materi keselamatan berkendara kepada siswa-siswi yang belum diperbolehkan untuk mengendarai sepeda motor. Sehingga materi yang kami berikan cukup berbeda, tapi pada intinya adalah cari aman di jalan raya,” ujar Oke dalam siaran resmi (18/7/2017).

Materi
Adapun materi diberikan baik secara teori dalam kelas maupun praktik di luar kelas. Siswa-siswi MOS mendapatkan beberapa edukasi mengenai aturan lalu lintas, tertib, serta beretika di jalan raya dan identifikasi kecelakaan yang melibatkan sepeda motor.

Para pelajar yang baru sehari merasakan bangku SMP tersebut dituntut untuk bisa melihat permasalahan yang terjadi pada beberapa kasus kecelakaan yang sering ditemukan. Lalu, mereka diminta mencari faktor-faktor penyebab dan risikonya, serta memberikan solusi agar kejadian serupa tidak terulang.

Penyampaian edukasi safety riding di sekolah pun dinilai sangat relevan, apalagi Astra Motor menyertakan kondisi reka adegan saat praktik.

Konsisten
Program nyata soal pendidikan safety riding ini sudah dilakukan Honda Jateng dengan banyak program. Selain bekerjasama dengan berbagai sekolah, agenda ini juga kerap mengajak beberapa institusi bisnis untuk bergabung, tak terkecuali para pengendara ojek online dan karyawan pabrik.

Terbaru, perseroan juga tengah giat membentuk Honda Safety Culture School (HSCS) kerjasama dengan institusi pendidikan di Jawa Tengah. Sejauh ini, HSCS telah berjalan ditandai dengan penandatangan MoU dengan 58 sekolah yang bersedia mengikuti program.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.