Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/06/2017, 04:23 WIB
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Derasnya volume kendaraan mudik 2017 diklaim PT Jasa Marga sudah lewat. Puncak arus mudik yang semula diprediksi bakal terjadi pada H-2, justru lebih dulu terjadi pada H-4 dan H-3 atau Rabu dan Kamis (21-22/6/2017).

Baca : H-3 Jelang Lebaran, Angka Kecelakaan Mulai Bermunculan

Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur, mengatakan tren peningkatan volume kendaraan terbesar sudah sejak Rabu kemarin dengan peningkatan kendaraan golongan 1 atau mobil pribadi sebesar 105 persen, lalu berlanjut di hari kamis menjadi 83 persen.

"Dari data puncaknya sudah terlewati. Memang hal ini di luar dari prediksi awal kami, jadi seharian itu dari pagi sampai malam, Cikampek cukup padat. Arah bandung, khususnya gerbang tol Cileunyi saat H-3 kemarin, antreannya sampai 2,5 km, tapi saat kembali normal antar 200-300 meter panjang antreannya," ucap Subakti saat berbincang dengan KompasOtomotif, Jumat malam (23/6/2017).

Meski puncak arus mudik sudah terlewati, namun menurut Subakti untuk tahun 2017 ini peningkatanya cukup luar biasa. Bila dibandingkan dengan data 2016 lalu, tahun ini akumulasinya bisa lebih tinggi.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Kendaraan pemudik melintasi jalan tol darurat Brebes Timur dan Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). Mulai Kamis malam ini (22/6/2017) jalan tol darurat Brebes Timur-Pemalang-Batang dibuka selama 24 jam.

"Secara total lalu lintas sangat tinggi sekali tahun ini. Tahun 2016 itu mulai dari H-7 sampai H-1 sekitar 1,5 jutaan mobil yang keluar dari Jakarta, tahun ini H-3 angkanya sudah mau menyentuh 1,8 juta mobil. Dari sekala bisa dipastikan puncaknya sudah lewat, kemungkinan hari ini yang datanya keluar subuh nanti sampai Sabtu grafiknya akan mulai melandai," papar Subakti.

Baca : Catat, Skenario Arus Saat Macet di Jalur Mudik

Untuk skenario sampai saat ini menurut Subakti lebih ke contraflow, serta perlamabatan arus. Namun begitu pihaknya tetap menunggu dan mempertimbangkan arahan dari pihak kepolisian.

"Cikampek itu jadi kerannya kendaraan, kita berupaya untuk mengimbangkan kondisi antara yang masuk dan yang keluar. Jadi kita mengikuti perintah dari kepolisian, kalau kita buka turus di sini (Cikampek) takutnya di pintu keluar sana tidak bisa menampung," kata Subakti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.