Mobil Listrik Honda untuk Pasar Global Lahir Tahun Ini

Kompas.com - 10/06/2017, 04:11 WIB
Honda CR-V Hybrid. PaultanHonda CR-V Hybrid.
|
EditorAgung Kurniawan

Tokyo, KompasOtomotif – Rencana jangka panjang salah satu merek mobil asal Jepang, Honda Motor, bukan hanya memikirkan soal produk dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine/konvensional), tapi juga beranjak pada mobil zero-emission vehicle (ZEV).

Memang, isu yang sedang berhembus kencang di otomotif global adalah soal target penurunan polusi udara. Hampir semua negara mulai gencar mengetatkan aturan emisi, di mana efeknya akan mengubah arah bisnis industri otomotif, dan perlahan mematikan mesin-mesin “berasap”.

“Kami berusaha menyokong penjualan mobil listrik mencapai dua pertiga secara global pada 2030. Pengembangan kami fokus utamanya pada model berbasis hibrida, yang memanfaatkan sistem hibrida plug-in uni milik Honda dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi,” tutur Takahiro Hachigo, President & CEO Honda Motor dalam siaran resminya, Kamis (8/6/2017).

Baca juga : Presiden Jokowi Lahirkan Payung Hukum Mobil "Hybrid"

Sedangkan, kata Hachigo, untuk kendaraan bebas emisi (ZEV), akan diperkuat lagi pengembangannya ke arah kendaraan listrik yang sepenuhnya menggunakan baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), disamping kendaraan berbahan bakar hidrogen (Fuel Cell Vehicle).

“Selain model eksklusif untuk pasar China yang dijadwalkan mulai dijual pada 2018, model EV untuk daerah lain juga sedang dalam pengembangan. Kami akan memperkenalkan model tersebut pada pameran mobil musim gugur tahun ini,” ujar Hachigo.

Baca juga : Honda Tergiur Insentif Mobil Listrik Thailand

“Untuk lebih meningkatkan kecepatan pengembangan, kami memperkuat sistem dan kemampuan kami di sektor ini. Pada Oktober tahun lalu, kami mendirikan Honda R&D an Electric Vehicle Development Division, sebuah tim khusus yang akan memimpin pengembangan seluruh kendaraan, termasuk powertrain dan bodi,” ucap Hachigo.

Terkait dengan teknologi mesin baru ini, Indonesia juga sudah melahirkan payung hukumnya melalui Pepres Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Di dalam RUEN, setidaknya pada 2025, harus sudah ada 2.200 mobil listrik atau hybrid di jalanan Indonesia.

Namun, impelemntasi lebih mendetail belum terealisasi, seperti juknis dan skema insentif yang dibutuhkan para produsen mobil, agar pasar di segmen ini juga bisa terbentuk dan berkembang. Untuk urusan ini, Indonesia tertinggal oleh Thailand, yang sudah lebih dahulu ketuk palu insentif mobil listrik, hybrid dan plug-in hybrid pada Maret 2017 lalu. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X