Mitsubishi Sulit Bendung Konsumen ”Booking” MPV

Kompas.com - 09/06/2017, 03:31 WIB
Mitsubishi XM Concept diperkenalkan ke publik di Gaikindo Indonesia International Auto Show versi Surabaya. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB)Mitsubishi XM Concept diperkenalkan ke publik di Gaikindo Indonesia International Auto Show versi Surabaya.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Meski PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sudah pernah bikin pernyataan sikap bahwa perusahaan belum resmi memperbolehkan diler atau wiraniaga menerima booking XM Concept, namun fenomena ”pesan duluan” tak bisa dihindari.

Baca: Klarifikasi Mitsubishi Soal Penerimaan Inden MPV Murah

Tetap saja, wiraniaga dan diler mau tak mau menampung rasa penasaran masyarakat akan small MPV Mitsubishi dengan meletakkan booking fee. Mungkin juga, ada yang sudah jatuh cinta meski belum melihat wajah versi produksi, mirip-mirip peribahasa beli kucing dalam karung.

Masih sama, besaran uang panjer berkisar antara RP 5 juta sampai Rp 10 juta. Iklan-iklan online yang menawarkan prioritas, alias dengan iming-iming menjadi pemilik pertama small MPV Mitsubishi, justru makin banyak. Memangnya, berapa sih patokan uang booking?

”Nah, justru itu, enggak ada di policy-nya MMKSI. Itu inisiatif diler saja. Kalau dianggap sekian juta cukup ya silakan, customer bayar. Intinya jangan sampai over promise,” ujar Irwan Kuncoro, Direktur Pemasaran dan Penjualan MMKSI, (7/6/2017).

Irwan belum bisa berkomentar, tindakan diler dan wiraniaga menerima uang booking ini dilarang atau boleh. Belum adanya kebijakan atau aturan resmi, membuat MMKSI tak mungkin membendung euforia. Artinya, secara tak langsung, MMKSI tidak melarang.

”Ya, soal itu enggak komen. Gitu aja. Sudah biasa di pengalaman sebelumnya, atau di merek lain sudah biasa itu. Saya secara pribadi ini hal yang wajar karena diler antusias, konsumen juga. Kami ’hepi hepi’ saja. Pada saat buka inden, sudah langsung tinggal di sistemize,” ucap Irwan.

Prioritas
Pertanyaannya, apa untungnya inden duluan, atau memberikan uang panjer jauh sebelum peluncuran dan harga nongol? Apakah nanti, konsumen yang sudah menanamkan DP itu bakal menjadi prioritas utama memperoleh duluan MPV yang kemungkinan bernama Expander itu?

Irwan hanya menyatakan bahwa MMKSI belum punya aturan mainnya. ”Sekarang saya belum bisa bicara aturan mainnya kayak apa. Tapi pastinya, kami ada sistem. Diler harus input dan segala macam. Tergantung diler, konsumen pertama ini diinput dalam sistem inden nanti,” kata Irwan.

Irwan juga mengatakan bahwa ini sebenanrya pertanda baik. Respons pasar sangat bagus, dan ini menjadi hasil dari display XM Concept yang dilakukan di mana-mana sebagai bagian dari sosialisasi perusahaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.