Pertamina Dilema Larang Knalpot "Racing" Isi BBM

Kompas.com - 03/06/2017, 08:22 WIB
Dispenser BBM milik SPBU yang berada di Jalan Abdul Manaf Lubis Medan, terbakar bersama satu unit sepeda motor, Jumat (2/6/2017) KOMPAS.com/Mei LeandhaDispenser BBM milik SPBU yang berada di Jalan Abdul Manaf Lubis Medan, terbakar bersama satu unit sepeda motor, Jumat (2/6/2017)
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Kasus kebakaran di SPBU akhir-akhir ini sering terjadi. Selain karena pengisian BBM menggunakan jeriken, salah satu yang hangat adalah kebakaran akibat masalah knalpot racing sepeda motor yang digunakan salah satu konsumen di SPBU Pertamina yang berada di Salatiga, Jawa Tengah.

Belajar dari hal tersebut, PT Pertamina saat ini mengaku mulai kencang memberikan himbauan di setiap SPBU, khususnya bagi kendaraan yang menggunakan knalpot tidak standar.

"Yang kita lakukan berupa imbauan, bukan sampai tidak boleh mengisi BBM. Sebenarnya hal ini yang kadang membuat kami susah (melarang), di satu sisi kami ingin memberikan layanan, tapi di sisi lain tidak ada yang kontrol," ucap Vice President Retali Fuel Marketing Pertamina Jumali, di Menteng-Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Baca : Kenali Risiko Kebakaran di SPBU

Menurut Jumali, salah satu langkah yang dianggapnya tepat untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan kewaspadaan dari petugas SPBU.

"Petugas memberikan imbauan kalau ada kosumen yang mengisi dengan kondisi knalpot tidak standar. Caranya pengendara motor akan diminta mematikan mesin dan setelah mengisi dilarang menghidupkan motor di dekat dispenser. Ini sebenarnya sudah lama, tapi yah itu tadi kurang pengawasan jadi kami gencarkan lagi safety first-nya," papar Jumali.

Baca : Pertamina Klaim SPBU Kemayoran Tidak Curang

Safety Man

Selain memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) aman sepanjang mudik 2017, PT Pertamina juga akan meningkatkan kewaspadaan di setiap SPBU. Upaya ini akan direalisasikan melalui penempatan personel keamanan yang disebut sebagai safety man.

Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati VW combi terbakar saat mengisi bahan bakar di Banyuwangi Kamis.(24/11/2016)

"Kita tahu orang saat musim mudik orang ke SPBU tidak hanya untuk isi BBM, ada juga yang sekadar istirahat, atau makan, dan lainnya. Penempatan safety man dilakukan untuk memastikan konsumen mematuhi aturan yang berlaku di SPBU, seperti tidak merokok, tidak menggunakan ponsel, dan lainnya," ucap Jumali.

Sayangnya, langkah penempatan safety man ini hanya berlaku selama musim mudik saja, tidak seterusnya ditempatkan Pertamina. Padahal upaya ini bisa menjadi solusi dalam membuat ruang SPBU tetap kondusif.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X