Asia, Jadi Medan Pertempuran Utama Toyota

Kompas.com - 17/05/2017, 07:03 WIB
Logo Toyota ibtimesLogo Toyota
|
EditorAgung Kurniawan

Tokyo, KompasOtomotif – Pencapaian Toyota Motor fiskal 2017 atau tahun yang berakhir Maret secara global, menunjukkan tanda-tanda menggembirakan, termasuk di antaranya adalah dari pasar negara berkembang.

Mengutip Nikkei,  Selasa (17/5/2017), Toyota memang sedang mencari pertumbuhan penjualan di Asia untuk tahun fiskal berjalan. Sementara penguatan penjualan terus diupayakan berlanjut di Amerika Utara, pasar yang paling banyak membantu penjualan global, di mana menjual 10 juta unit pada tiga tahun lalu.

Penurunan di pasar Amerika, membuat Toyota membutuhkan pasar lainnya untuk menopang keuntungan agar tidak merosot. Salah satunya seperti mengembangkan penjualan negara-negara berkembang.

Toyota menjual 1,21 juta kendaraan di China pada 2016, naik 8 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh penjualan cepat Lexus dan minivan Alphard kelas atas. Namun, Toyota masih tertinggal dari Volkswagen, yang hampir menjual 4 juta unit, sebagai penguasa.

"Kami tidak bisa menyusul VW jika kami mencoba melakukan apa yang mereka lakukan," ujar salah satu pejabat Toyota Jepang. Perusahaan sangat membutuhkan cara untuk mempercepat penetrasi ke negara-negara berkembang seperti China, dan acara tersebut merupakan bagian dari strategi baru.

Lalu, penjualan Amerika Utara meningkat satu juta selama empat tahun ekspansi berturut-turut sampai Maret 2016, atau mencapai 2.839 juta unit. Angka tersebut merosot pada tahun fiskal 2016 (April-Maret 2016) menjadi 2.837 juta unit.

"Penjualan kami di Amerika Utara menurun, mengindikasikan pelemahan pasar," ujar Osamu Nagata, Wakil Presiden Eksekutif Toyota. Penjualan di bagian lain negara maju juga merosot, dengan penurunan pertama dalam dua tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nikkei Proyeksi penjualan Toyota.
Pasar Asia

Namun perusahaan memprediksi pertumbuhan penjualan sebesar 1 persen di Asia (selain China) bisa menjadi 1,6 juta unit. Indonesia, penjualan kendaraan MPV Calya dan Sienta sedang meningkat, dan Toyota juga menjual produknya dengan baik di Filipina.

Di Timur Tengah, penjualan terpukul oleh turunnya harga minyak, turun sekitar 30 persen menjadi sekitar 490.000 unit pada fiskal 2016. Toyota Motor memprediksi tidak ada pertumbuhan penjualan di wilayah ini, tapi tetap ada beberapa alasan untuk optimis.

Penjualan di luar pasar utama, seperti di Timur Tengah, Amerika Latin dan Afrika diperkirakan akan meningkat untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Asia sangat penting bagi bottom line, dan di sini Toyota memperoleh angka 9 persen, marjin laba operasi perusahaan yang jauh lebih tinggi daripada di pasar utama lainnya.

Pertumbuhan penjualan di Asia, bisa banyak membantu mengurangi dampak turunnya angka di negara maju. Mengomentari perkiraan perusahaan dan soal penurunan laba operasi, Toyoda menyatakan kekecewaannya atas kinerja pendapatan.

"Untuk menggunakan analogi olahraga, kami kehilangan dua pertandingan secara langsung. Saya benci kalah,” ujar Toyoda. Demi menghindari kegagalan, Toyota perlu melangkah keluar dari zona nyaman dan meningkatkan kinerja di pasar negara berkembang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.