TULISAN KHAS

Macet! Pak Jokowi, Coba Cek Ulang Kualitas Pendidikan Orang Indonesia

Kompas.com - 11/04/2017, 10:03 WIB
Suasana kemacetan di TB Simatupang akibat truk kontainer melintang jalur ke arah Tanjung Barat SANDRO GATRA/KOMPAS.comSuasana kemacetan di TB Simatupang akibat truk kontainer melintang jalur ke arah Tanjung Barat
|
EditorAmir Sodikin

KOMPAS.comMacet! Sebenarnya mau mengeluhkan macet di Jakarta rasanya aneh sendiri. Setiap hari terjadi dan dialami!

Ini bukan menyoal macet di pintu tol di kawasan Tangerang yang jadi trending keluhan terbaru sepekan terakhir ya.

(Baca: Pemerintah Minta Maaf Integrasi Tol Jakarta-Merak Bikin Macet)

Belum mau nyinyirin juga soal jumlah kendaraan yang terus bertambah dengan kecepatan melampaui pertumbuhan luas penampang jalan. Tidak juga membahas faktor tambahan seperti proyek pembangunan di bagian mana Jakarta.

Cukuplah membahas dulu kemacetan di rute harian dan lokasi “macet abadi”.  Perempatan Mampang-Kuningan, misalnya. Atau, persilangan jalan raya sebidang yang melintasi rel kereta api.

“Gila saja, dari Duren Tiga sampai Mampang itu bisa setengah jam sudah bagus. Itu naik sepeda motor ya,” keluh Sam, salah satu warga Mampang setiap kali membahas kemacetan jalanan.

Keluhan serupa juga datang dari Ari, pekerja di kawasan Palmerah yang tinggal di daerah Duren Sawit.

“Berangkat siang, setengah jam sampai Jalan Asia Afrika. Dari situ ke Palmerah, bisa satu jam sendiri lewat jalan di belakang Gedung DPR. Kecuali kalau ikut melawan arus seperti banyak sepeda motor lain,” ujar dia bersungut-sungut.

Posisi macet parah, yang bahkan kendaraan dari semua arah tak bisa bergerak, rasanya memang sudah layak masuk daftar problem klasik Ibu Kota. Berasa mendengungkan utopia kalau berharap masalah ini segera hilang dari kenyataan Jakarta.

Ilustrasi kemacetan jalanan Jakarta.KOMPAS/PRIYOMBODO Ilustrasi kemacetan jalanan Jakarta.

Sebut saja persimpangan-persimpangan lain seperti Slipi, Grogol, Ragunan, Lebak Bulus, Pancoran, Pejaten, atau bilangan Santa. Mana di antara yang semua itu yang memperlihatkan hasil pendidikan Indonesia?

Sudah tahu mobil di depan belum akan melewati perempatan sampai lampu lalu lintas berubah lagi menjadi merah, tetap saja semua kendaraan di jalur yang lampunya sedang hijau memaksakan diri maju ke depan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.