Peminat "Kei Car" di Jepang Menurun

Kompas.com - 04/04/2017, 13:43 WIB
Paultan.org Tiga varian kei car Toyota Pixis Joy.
|
EditorAgung Kurniawan

Tokyo, KompasOtomotif - Penjualan domestik Jepang untuk mobil baru meningkat 2,8 persen pada tahun fiskal 2016 (yang berakhir pada Maret 2017) menjadi 5.077.904 unit, walapun ada sedikit penurunan di kategori minivehicles (mobil kecil), mengutip Nikkei, Selasa (4/4/2017).

Ini jadi yang pertama kalinya dalam dua tahun terkahir penjualan pulih dan menyentuh angka 5 juta unit. Kondisi ini diperkirakan karena kinerja yang semakin bagus di kendaraan berukuran penuh, dengan mesin lebih besar dari 660cc, dan menutupi turunnya permintaan pada kategori  kei car, menurut laporan yang dirilis Japan Automobile Dealers Association (JADA) dan Japan Light Motor Vehicle and Motorcycle Association.

Penjualan mobil full-size naik 7,5 persen atau menjadi 3.357.933 unit, sementara mobil kecil tergelincir 5,1 persen, menjadi 1.719.971 unit. Ini menandai penurunan penjualan mobil kecil selama tiga tahun berturut-turut, sejak mencapai penjualan terbaiknya di tahun fiskal 2013.

Salah satu pendorong naiknya total sales yaitu generasi keempat Toyota Prius hybrid, yang diperkenalkan pada akhir 2015. Kemudian SUV barunya C-HR, yang mengaspal pada Desember 2016, yang juga ikut membantu penjualan Toyota yang naik 10,5 persen menjadi 1.586.822 unit.

Kemudian merek nomor dua terbesar Jepang, Nissan, yang penjualan di segmen mobil besarnya tumbuh 11,1 persen, tapi penjualan secara keseluruhan jatuh, di tengah perjuangan pasar kei car.

"Beberapa orang dahulu membeli mobil kecil, sekarang beralih ke kendaraan berukuran penuh yang lebih kecil," tutur salah satu pihak di diler Nissan wilayah Kanto. 

Salah satu alasannya karena pajak kendaraan mobil kecil yang meningkat 50 persen pada April 2015, dan membuat biaya tahunan mencapai 10.800 yen atau Rp 1,3 juta. Kondisi ini tentunya dianggap bisa mengurangi keuntungan konsumen, dan mereka mulai mempertimbangkan beralih ke mobil berukuran penuh. 

Penjualan fiskal 2017 diproyeksikan turun sedikit untuk mobil berukuran penuh, sementara kei car diharap bisa mulai terangsang. "Kami melihat permintaan kembali secara alami (kei car), dan kecepatan ini akan terus bertambah di fiskal 2017," tutur Hiroto Saikawa, ketua JAMA dan juga CEO Nissan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X