Menjual Sensasi bak Rombongan Raja Salman

Kompas.com - 04/04/2017, 08:42 WIB
Blue Bird menjual Mercedes-Benz E 250 yang pernah dipakai rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat mengunjungi Indonesia. AsyariBlue Bird menjual Mercedes-Benz E 250 yang pernah dipakai rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat mengunjungi Indonesia.
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Salah satu peristiwa yang sensasional terjadi awal tahun ini, adalah kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia. Momen ini spesial karena selain bersejarah, juga menjadi kedatangan pertama, dari kunjungan sebelumnya oleh Raja Faisal bin Abdulaziz, 47 tahun lalu atau Juni 1970.

Ragam bingkai pemberitaan oleh media lokal maupun internasional soal kunjungan ini mengonstruksi pandangan beragam dari masyarakat Indonesia. Mulai dari 1.500 orang rombongan, ratusan mobil mewah yang disiapkan untuk menyambut, liburan ekslusif di Bali, sampai vlog Presiden Joko Widodo saat makan siang bersama Raja Salman yang lumayan bikin heboh.

Sensasi ini juga sepertinya yang coba dimanfaatkan Blue Bird Group sebagai salah satu penyedia jasa angkutan ketika rombongan Raja Salman datang ke Indonesia, awal Maret 2017 lalu. Dari ratusan mobil premium, setidaknya 50 unit di antaranya merupakan milik Golden Bird, divisi mobil rental di bawah naungan perusahaan berlogo burung biru itu.

Rakitan Lokal

Seluruhnya, adalah Mercedes-Benz E250 Avantgarde, rakitan lokal (completelety knocked down/CKD) di pabrik Wanaherang, Bogor, lansiran 2013. Memang sedan mewah ini digunakan oleh para pangeran, menteri, investor, pengawal, dan peserta rombongan lain yang mengikuti kemanapun sang raja berkunjung.

Asyari Mobil yang dijual Mercedes-Benz E 250 produksi 2013.

Berstatus sebagai mobil premium bekas yang digunakan rombongan Raja Salman ini, kemudian penjualan dilakukan. Dari fisik sebenarnya, E-Class ini tak ada bedanya dengan yang dijual Mercedes-Benz Indonesia ke konsumen lain.

Dibekali mesin 1.800 dan transmisi otomatis, seluruh sedan bekas ini dibanderol beragam, mulai dari Rp 450 juta-Rp 480 juta, tergantung dari kondisi. Odometer setiap mobil rata-rata menunjukan jarak tempuh sekitar 120.000 km, jauh lebih rendah ketimbang model serupa yang digunakan sebagai taksi, bisa menyentuh 400.000 km.

Blue Bird Group hanya memajang sedan bekas premium ini di dua pul Jakarta, yakni di Warung Buncit dan Sutoyo.

Bisa Kredit

Berstatus sebagai mobil bekas, penawaran buat konsumen juga dibuat menarik, salah satunya lewat skema kerdit. Menggandeng perusahaan pembiayaan dari Adira, uang pangkal yang harus disediakan untuk meminang sedan eks-rombongan Raja Salman ini, berkisar Rp 110 juta. Selanjutnya, konsumen wajib membayar cicilan Rp 11,7 juta per bulan, selama empat tahun (47 bulan).

Febri Ardani/Otomania Mercedes-Benz E250 Avantgarde bekas rombongan Raja Salman dijual Blue Bird.

Soal kualitas, perusahaan taksi terbesar di Indonesia ini mengklaim menjamin, karena setiap unit sudah melalui standar pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk rekondisi ulang. Urusan jual-beli mobil bekas seperti ini juga bukan mainan baru buat perusahaan, karena menjadi siklus  normal perusahaan ketika meremajakan kendaraan.

Entah bonus atau punya nilai sentimental tinggi, tetapi Blue Bird Group mencoba menawarkan sensasi bak-rombongan Raja Salman bin Abdulaziz pada sedan bekasnya. Nilai tak terlihat, sulit dinilai, dan bisa dibilang jarang terjadi, karena tak setiap tahun peristiwa semacam ini bisa terjadi lagi di Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X