Cara ”Test Drive” Efektif pada Lahan Pameran yang Sempit

Kompas.com - 03/04/2017, 16:22 WIB
Parade test drive IIMS 2016 Stanly/OtomaniaParade test drive IIMS 2016
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Beberapa kali pengunjung pameran kerap disuguhi tawaran test drive mobil-mobil baru. Bayangan awal, terbersit bahwa aktivitas tes tidak akan maksimal, karena lahan yang sangat terbatas. Meski begitu, bukan berarti Anda harus mundur dan mengurungkan niat.

Secara ofisial, Indonesia International Motor Show ( IIMS) menyosialisasikan berbagai hal tentang aktivitas ”icip-icip” kendaraan pada pameran. Dijelaskan dalam situs resmi, bahwa kesempatan tes sebaiknya dimanfaatkan semaksimal mungkin, karena belum tentu Anda sempat datang ke diler.

Paling tidak, kita bisa memahami lebih detail apa saja yang ada pada mobil incaran. Atau, kalau mungkin, eksplorasi singkat performa mobil mulai dari akselerasi, fitur, hingga kepraktisan. Inilah waktu yang harus dimaksimalkan untuk memantapkan hati sebelum membeli.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahu dan dilakukan saat mengetes mobil atau motor dalam pameran waktu singkat:

1. Pastikan mobil incaran. Ini penting agar Anda lebih fokus terhadap mobil yang dites. Pastikan juga kalau mobil yang dites sesuai kebutuhan dan karakter.

2. Ajak keluarga atau teman. Masukan dari mereka akan sangat dibutuhkan, termasuk membantu untuk memperhatikan kinerja kendaraan.

3. Posisi Mengemudi. Sebelum mesin aktif, coba cari posisi mengemudi yang ideal. Pastikan visibilitas atau jarak pandang pengemudi ke arah depan, samping kiri-kanan, dan bagian belakang mobil. Jangan lupa perhatikan pilar A, apakah terlalu landai sehingga mengganggu visibilitas atau kenyamanan Anda.

4. Pada posisi setelah mesin aktif, bisa dimanfaatkan melihat fitur apa saja yang menjadi standar mobil. Perhatikan apakah cukup mudah untuk menjangkau head unit, cup holder, atau bagian lain sesuai keinginan Anda.

5. Kesenyapan kabin. Saat mesin aktif, dengarlah suara mesin atau suasana sekitar. Perkirakan sendiri batas toleransi telinga Anda.

6. Performa. Sebenarnya ini tidak identik dengan kecepatan. Performa lebih mengedepankan kelincahan maupun rasa dari suspensi saat berkendara. Jika ingin mencoba akselerasi boleh dilakukan, asal lokasi pengetesan terhitung aman dan tidak membahayakan.

7. Tes parkir. Lakukan ini dengan cara parkir mundur dan paralel. Selain untuk mengetahui berat atau ringannya kemudi, dapat juga untuk memastikan bahwa bodi mobil memang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Selamat berkunjung ke pameran…

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X