Dianggap Manipulasi Data, Ini Kata Yamaha

Kompas.com - 20/02/2017, 18:02 WIB
Kuasa hukum Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rikrik Rizkiyana. Febri Ardani/KompasOtomotif Kuasa hukum Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rikrik Rizkiyana.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, Otomania.com – Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sebagai terlapor I dianggap telah menyajikan data tidak valid dalam persidangan dugaan kasus penetapan harga dengan Astra Honda Motor (AHM) sebagai terlapor II. Majelis Komisi saat sidang pembacaan putusan, Senin (20/2/2017), memberatkan denda tambahan buat YIMM atas perbuatan itu.

Majelis Komisi menyatakan tidak pernah ada penurunan harga untuk skutik Xeon pada 2013. Selain itu, YIMM juga dikatakan memberikan data tidak benar soal perbandingan harga Yamaha Mio dengan Honda Beat pada 2013 dan 2014.

“Dari fakta-fakta tersebut, terlapor I telah berusaha secara sengaja dan sistematis untuk menyajikan data dan fakta yang tidak benar untuk membentuk persepsi yang menguntungkan terlapor I,” kata anggota Majelis Komisi R Kurnia Sya'ranie.

Febri Ardani/KompasOtomotif Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan Astra Honda Motor (AHM) menghadiri sidang pembacaan putusan dugaan penetapan harga di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (20/2/2017).

Tanggapan YIMM

Seusai persidangan, kuasa hukum YIMM Rikrik Rizkiyana mengatakan bakal mengecek pernyataan KPPU lebih lanjut.

“Namun, perlu rekan-rekan (wartawan) pahami bahwa yang menjadi parameter manipulatif itu seperti apa? Katakanlah investigator atau majelis komisi KPPU memiliki versi yang lain, nah versi itu benar atau memang sesat?” kata Rikrik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masalahnya, pernyataan data manipulatif itu tidak ada saat putusan. Menurut Rikrik, jika disampaikan saat persidangan, bisa jadi ada respons langsung dari YIMM karena ada perbandingan.

“Nah, ini yang kemudian menurut saya perlu kami cek apakah data kami yang salah atau mereka. Yang jeas itu kan mestinya keluar dari direksi. Kami kaget karena kalau toh pada saat pemeriksaan, (KPPU bilang) kami punya data, kami akan cek langsung lalu datang dengan data yang lebih tepat,” ucap Rikrik.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.