Jelang Putusan, AISI Tetap Yakin "Bebas" Kartel

Kompas.com - 20/02/2017, 07:22 WIB
Dyonisius Beti, Executive Vice President Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyampaikan tanggapan tentang dugaan kartel pada persidangan kedua di Jakarta, Selasa (26/7/2016). Febri Ardani/KompasOtomotifDyonisius Beti, Executive Vice President Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyampaikan tanggapan tentang dugaan kartel pada persidangan kedua di Jakarta, Selasa (26/7/2016).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, Otomania.com – Menjelang dengar putusan komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan kartel, Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) tetap meyakini tidak ada kartel antara Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dengan Astra Honda Motor (AHM). Rencananya putusan KPPU akan dibacakan hari ini, Senin (20/2/2017).

“Keputusannya bagaimana saya tidak tahu, semua tidak tahu. Tapi komentar saya cuma begini, itu yang dikatakan bukti tidak tepat,” ujar Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata, di Jakarta, Sabtu (18/2/2017).

Baca: Kesimpulan Investigator KPPU, Yamaha-Honda Terbukti Kartel

Gunadi membantah jika kenaikan harga pararel motor skutik 110cc dan 125cc yang dipermasalahkan investigator KPPU dianggap sesuatu yang direncanakan. Dia mengatakan hal itu murni strategi masing-masing perusahaan.

Email internal Yamaha yang sudah diungkap di pengadilan disebut bukan bukti komunikasi antara Yamaha dengan Honda. Begitu pula dengan pertemuan golf antara petinggi Yamaha dan Honda dikatakan bukan hal aneh dilakukan mengingat pertemuan itu juga dihadiri petinggi merek lain.

“Saya tidak mau berandai-andai kalau putusan itu bersalah. Saya berandai-andai kalau itu tidak bersalah,” kata Gunadi. 

Baca: Begini Bukti ?E-mail? Lengkap Dugaan Kartel Yamaha-Honda

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.