Yamaha: Tuduhan Kartel dari KPPU Sumir

Kompas.com - 11/01/2017, 16:01 WIB
Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadiri sidang lanjutan dugaan kartel di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Minoru Morimoto Presiden Direktur YIMM (berdasi biru) dan Chief Operating Officer (COO) YIMM serta Executive Officer Yamaha Motor Company (YMC) Japan Dyonisius Beti (berdasi merah). Febri Ardani/KompasOtomotif Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadiri sidang lanjutan dugaan kartel di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Minoru Morimoto Presiden Direktur YIMM (berdasi biru) dan Chief Operating Officer (COO) YIMM serta Executive Officer Yamaha Motor Company (YMC) Japan Dyonisius Beti (berdasi merah).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sebagai Terlapor I dalam kasus dugaan kartel terus mengelak. Salah satu kesimpulan yang dibacakan oleh tim kuasa hukum Yamaha, tidak ada satupun bukti dari tim investigator yang menyatakan ada perjanjian antara Yamaha dengan Terlapor II (Astra Honda Motor).

Ditemui setelah sidang pembacaan kesimpulan di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Senin (9/1/2017), Presiden Direktur YIMM Minoru Morimoto menyatakan, Yamaha tidak pernah melakukan kartel.

“Kami selalu mengikuti aturan lokal untuk berkontribusi pada masyarakat Indonesia, konsumen kami, dan pemerintah Indonesia,” ucap Morimoto san.

Chief Operating Officer (COO) YIMM Dyonisius Beti juga mengatakan hal serupa. Yamaha Indonesia dikatakan tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar Undang-Undang Persaingan Usaha yang sehat.

“Tuduhan ini terlalu sumir dan terlalu dipaksakan karena tidak ada kesepakatan yang bisa dibuktikan selama persidangan yang sudah berlangung selama ini. Dan yang terpenting juga due process of law tidak dilakukan melalui proses yang benar,” papar Dyonisius.

Putusan dari mejelis komis terkait dugaan kartel Yamaha-Honda yang dilaporkan KPPU akan dibacakan setidaknya 30 hari kerja setelah sidang pembacaan kesimpulan.

“Kami ingin sampaikan bahwa KPPU akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya mengingat investasi asing di Indonesia yang terus kami tarik. Dan saya pikir kami terus berusaha menaikan kontribusi untuk negara ini dalam pertumbuhan ekonomi terutama mengikuti pemerintah untuk menaikan ekspor,” ucap Dyonisius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pasar Indonesia menurun tapi kami berusaha menaikan ekspor itu juga usaha untuk menciptakan lapangan kerja di mana terkait 17.000 karyawan Yamaha group dan hampir 1 juta karyawan yang terkait dari sisi diler, penyuplai dan keluarganya,” lanjut Dyonisius lagi. 

Baca juga artikel sebelumnya:
1. Kesimpulan Investigator KPPU, Yamaha-Honda Terbukti Kartel
2. Kesimpulan Yamaha Menolak Tuduhan Kartel
3. Kesimpulan Honda, Tidak Ada Kartel dengan Yamaha
4. Begini Bukti “E-mail” Lengkap Dugaan Kartel Yamaha-Honda
5. KPPU dan Yamaha Selisih Paham soal Harga Motor



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.