Kompas.com - 10/01/2017, 17:19 WIB
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Pemicu kecelakaan di jalan bermula dari pelanggaran lalu lintas. Kurangnya kesadaran dan minimnya tingkat kedisiplinan pengguna kendaraan bermotor, masih menjadi kontributor utama penyumbang angka kecelakaan.

Kondisi ini disadari pihak kepolisian, apalagi ditambah dengan banyaknya jumlah kendaraan baru tiap tahun. Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, polisi berupaya untuk melakukan penertiban berupa tindak tilang.

"Awal dari kecelakaan bermula dari pelanggaran lalu lintas, ini masih jadi faktor utama. Upaya untuk menekan kecelakaan kami lakukan dengan penindakan tilang dengan tujuan bisa menolong dan mengingatkan, tapi justru hal ini mendapat kesan negatif," kata Wakakorlantas Mabes Polri Brigjen Pol Indrajit, ketika berbincang dengan KompasOtomotif di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Baca juga : Pelanggaran Lalu Lintas Masih Tinggi ada Akhir Tahun

Berangkat dari hal itu, kepolisian berupaya untuk melakukan cara-cara lain yang dinilai lebih efektif. Idenya adalah memberikan teguran bagi para pelanggar lalu lintas dengan mengandeng instansi yang berkaitan dengan si pelanggar, mulai dari sekolah, tempat kerja, sampai orang tua.

istimewa Polisi mulai berlakukan Tilang Online di Kampung Melayu, Selasa 3 Januari 2017.

"Proses pencegahan lebih baik dari pada memberikan denda. Nantinya akan ada teguran bukan hanya dari kepolisian tapi bisa dari sekolah atau tempat pengemudi bekerja. Termasuk juga mengenai bentuk pemberian sanksi, arahnya nanti ke sana" kata Indrajit.

Namun, Indrajit memahami hal ini tidak mudah untuk dilakukan secara instan. Selain karena masalah regulasi, sarana dan prasarana juga wajib disiapkan agar program bisa berjalan.

Program Baru

Sebagai tahap awal, polisi akan membuat program baru yang mengajak seluruh lapisan masyarakat jadi pelopor keselamatan. Caranya dengan melaporkan segala bentuk pelanggaran lalu lintas yang bisa langsung diunggah ke media sosial.


Kepala Bidang Pembinaan dan Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri Kombes Chrysnanda Dwi Laksana, menjelaskan tujuan dari program ini nantinya untuk menciptakan budaya malu, terutama bagi segala bentuk pelanggaran lalu lintas.

Baca juga : Ulah Pemotor yang Bikin Sebal Pengendara Mobil

"Harapannya bisa ciptakan budaya malu, terutama bagi pelanggar lalu lintas. Kita ajak masyarakat melaporkan dengan menggunakan smartphone mereka, dengan begitu si pelanggar akan malu bila foto kendaraannya muncul di media sosial, hal ini juga bisa meminimalisir pelanggaran dan membentuk budaya tertib berlalu lintas," papar Chrysnanda saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (10/1/2017).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.