Dugaan Kartel Yamaha-Honda Bisa Ganggu Ekspor Motor

Kompas.com - 24/12/2016, 08:05 WIB
Ketua AISI tengah memberikan penjelasan dalam majelis hakim, dugaan praktik kartel antara Yamaha dan Honda di Kantor KPPU, Selasa (6/9/2016). Febri A/KompasOtomotifKetua AISI tengah memberikan penjelasan dalam majelis hakim, dugaan praktik kartel antara Yamaha dan Honda di Kantor KPPU, Selasa (6/9/2016).
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Proses sidang pemeriksaan dugaan kartel Yamaha dan Honda yang berlarut oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dianggap sanggup mengganggu iklim bisnis. Bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri.

Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum Asosiasi Sepedamotor Indonesia (AISI) menjelaskan pihaknya merasa terusik dengan opini negatif yang terbentuk pada masyarakat setelah sidang dilakukan.

“Saya melihat bahwa kami sedikit terusik karena opini yang kelihatannya sudah dibentuk dengan pernyataan yang dipublikasikan. Saya tidak tahu apakah itu benar boleh dilakukan namun yang jelas opini ini akan terbentuk,” ujar Gunadi di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Kabar tentang dugaan kartel sudah sampai ke luar negeri. Gunadi khawatir efeknya buruk buat ekspor sepeda motor dari Indonesia.

“Kalau menyangkut pasar dalam negeri saja, mungkin masih dapat dikendalikan. Tapi masalahnya kami juga melakukan ekspor. Dampaknya, mereka akan meragukan harga ekspor. Apakah benar dengan adanya pemeriksaan itu, jangan-jangan harga cuma setengahnya,” kata Gunadi.

AISI memproyeksikan, ekspor motor dari Indonesia bakal berkembang sampai 1.000 persen pada 2020 sejak 2015. Hal itu bisa dilakukan jika para investor tetap menamkan modal dan semakin banyak negara tujuan ekspor.

Gunadi menegaskan kembali tidak ada kartel di antara anggotanya. Saat ini AISI memiliki lima anggota, selain Yamaha dan Honda yaitu Suzuki, Kawasaki, dan TVS. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.