Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan Saat Berkendara

Kompas.com - 05/12/2016, 10:07 WIB
Ilustrasi berkendara mobil di jalan TelegraphIlustrasi berkendara mobil di jalan
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Mari coba mengakui, kalau banyak dari pengemudi mobil di jalan tidak mengindahkan cara-cara berkendara yang berkeselamatan. Bahkan selama bertahun-tahun, kebiasaan itu terus dilakukan, tanpa adanya perbaikan.

Jika ditanyakan apa kesalahannya, tidak juga sedikit pengemudi yang mengetahui apa perilakunya yang harus diperbaiki. Dari beragam kecerobohan dalam berkendara, berikut 10 perilaku yang kerap dilakukan.

1. Mengekor di belakang mobil tidak dalam jarak yang sesuai. Ini akan membuat pengemudi tidak siap untuk melakukan pengereman mendadak karena jarak yang terlalu dekat. Aturan praktis yang baik adalah menjaga jarak minimal tiga detik dari mobil yang ada di depan.

2. Tidak mengindahkan sisi blind spot. Tidak memeriksa lebih detail ketika akan berpindah jalur atau berbelok, padahal ada sisi-sisi di luar mobil yang tidak tertangkap kaca spion, jadi harus dipastikan lagi dengan menengok.

3. Cuek akan posisi kaca spion saat memasuki kendaraan, dan mobil langsung dijalankan. Seharusnya, ubah posisi kaca spion senyaman dan seaman mungkin, tapi tetap sesuai aturan. Buat sudut cermin sedikit keluar, pastikan melihat lebih banyak jalan dibanding dengan bodi mobil.

4. Cepat emosi, di saat orang lain berbuat kesalahan atau menyalip dengan tiba-tiba. Emosi hanya akan memperparah keadaan, jadi sebaiknya jaga kesabaran. Jika memang dia mengemudi dengan cara berbahaya dan bisa menimbulkan kecelakaan, laporkan pada pihak berwajib.

5. Tidak menyalakan lampu sein ketika akan berbelok. Sebaiknya, untuk setiap gerakan yang dilakukan di jalan, selalu pergunakan simbol-simbol komunikasi, seperti salah satunya lampu sein. Tujuannya, agar pengendara di belakang dan di depan (dari arah berlawanan) mengetahui ke mana arah yang akan kita tuju, dan mereka bisa mengantisipasi. Jika nekat mengabaikan itu, siap-siap jadi penyebab kecelakaan.

6. Mengemudi kendaraan dengan kecepatan lambat di jalur paling kanan. Jalur ini digunakan untuk mendahului mobil lain, atau mobil yang umumnya melaju dengan kecepatan tinggi. Jika ingin bergerak lambat, posisikan mobil di jalur tengah. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Carproof
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X