Memahami Beda "Body Kit" Plastik Vs Fiber

Kompas.com - 01/12/2016, 11:01 WIB
Kit bodi All-New Mazda2 Signal Signature Tuner Series. Signal KustomKit bodi All-New Mazda2 Signal Signature Tuner Series.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif — Urusan modifikasi, pakai kit bodi tambahan merupakan aplikasi keseluruhan yang bisa mengubah drastis tampilan mobil. Masalah desain tergantung selera, tetapi bahan pembuatannya bisa berbeda-beda. Nah, ada apa saja sih jenis bahan kit bodi?

Dijelaskan Andre Mulyadi dari rumah modifikasi asal Bandung, Signal Kustom, ada dua jenis umum bahan kit bodi, yaitu fiber atau serat dan plastik. 

Pembuatan kit bodi oleh pemodifikasi lokal dimulai dari mencetak kerangka awal atau disebut "master". Salah satu metodenya, bengkel menggunakan mat fiber plus tambahan resin keruh.

Langkah selanjutnya adalah membuat molding kit bodi memakai bahan lain, kebanyakan menggunakan bahan serat kaca (fiberglass) yang lebih bagus, yakni fiber reinforce plastic (FRP). “Serat FRP lebih kuat dan cenderung tahan benturan serta memiliki kelenturan yang baik,” kata Andre, Senin (28/11/2016).

Mengingat posisi kit bodi berada di bagian paling luar mobil, risiko benturan pun besar. Poin lebih bahan FRP adalah lebih tahan ketimbang bahan kit bodi lain.

Metode pembuatan master menggunakan dua bahan berbeda ini menjadikan biaya bengkel bisa naik 2-3 kali lipat karena, kata Andre, bahan FRP lebih mahal. Cara ini juga jadi memengaruhi harga jual ke konsumen.

Plastik

Metode pembuatan master dan molding juga bisa dilakukan menggunakan bahan plastik. Namun, biasanya, biar harga kit bodi lebih murah, cetakan hanya dibuat sekali lantas dijual ke konsumen. 

Bahan plastik lebih sering ditemui di Indonesia, dan cenderung banyak dipakai untuk membuat replika kit bodi merek terkenal.

Menurut Andre, produk kit bodi dari tuner Jepang, seperti JR Racing atau Veilside, menggunakan bahan FRP. Alasannya agar desain tidak mudah ditiru pihak lain.

“Kemungkinan besar hal ini dilakukan untuk menjaga desain mereka tidak mudah ditiru pihak luar. Bila mereka membuat master di luar, itu akan memudahkan mencetak molding plastiknya. Kit bodi replika hampir kebanyakan plastik,” urai Andre. 

Di pasaran, kata Andre, harga kit bodi bahan FRP dibanderol Rp 35 juta-Rp 40 juta, sedangkan untuk plastik harganya bisa ditekan sampai Rp 2 juta. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X