Senyum Manis Mercy Sambut Kebijakan Pajak Sesuai Emisi

Kompas.com - 19/11/2016, 07:42 WIB
Mercedes-Benz A 45 AMG. Febri Ardani/KompasOtomotifMercedes-Benz A 45 AMG.
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Nusa Dua, KompasOtomotif - Pemerintah Indonesia berencana mengubah sistem perpajakan kendaraan bermotor seiring perkembangan teknologi. Saat ini, patokan masih pada kubukasi mesin, sedangkan ke depan ada wacana akan menggunakan landasan emisi gas buang dari kendaraan.

Rencana ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, salah satunya dari Mercedes-Benz Indonesia (MBI) yang sudah banyak memasarkan mobil mewah dengan kapasitas mesin besar.

"Saya sangat senang karena ini jadi kebijakan yang sangat masuk akal di pasar lain khususnya Eropa," ucap Ralf Kraemer, Managing Director Commercial Vehicle Mercedes-Benz Distribution Indonesia, saat berbincang dengan media di Nusa Dua, Bali, Kamis (17/11/2016).

Dengan adanya kebijakan tersebut, menurut Ralf, akan membuka peluang bagi Mercedes-Benz mengembankan jenias mesin lainnya. Bukan hanya berkapasitas besar, tapi juga memiliki teknologi ramah lingkungan dengan emisi gas buang yang rendah.

"Kami sangat senang jika kita punya standar sama dengan Eropa. Kami bisa tingkatkan portofolio mesin kami dengan sangat mudah dan tentunya kita juga bertanggung jawab untuk saling menjaga lingkungan bukan hanya berbisnis saja. Kami siap dukung pemerintah," ucap Ralf.

Febri Ardani/KompasOtomotif Mesin diesel 4-silinder turbo diesel 2.143cc yang diusung New V-Class memiliki standar Euro IV dan menurut Mercedes-Benz (MB) Indonesia bahan bakar yang bisa digunakan hanya Pertamina Dex.

Seperti diketahui, Mercy memiliki banyak line-up mesin berkubikasi besar dengan emisi yang sudah jauh dari standar di Indonesia. Bila kebijakan pajak berdasarkan emisi gas buang diterapkan, akan mudah bagi Mercy untuk membawa varian lain sesuai kebijakan tersebut.

Skema perpajakan tersebut sampai saat ini masih dikaji oleh pemerintah melalui kementerian perindustrian dan kementerian keuangan. Saat nanti benar-benar dijalankan, otomatis mobil berkubikasi besar tak lagi dikenakan pajak yang tinggi, tapi justru mobil beremisi rendah akan mendapatkan insentif.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X