Pajak Sesuai Emisi, Giring Diversifikasi Mesin Mobil

Kompas.com - 16/11/2016, 10:31 WIB
Baterai lithium-ion sebagai sumber tenaga motor listrik BMW i8 bisa diisi ulang lewat listrik rumahan, BMW Indonesia menjual i8 berikut instalasi perangkat pengisian ulang untuk dipasang di rumah. Febri Ardani/KompasOtomotifBaterai lithium-ion sebagai sumber tenaga motor listrik BMW i8 bisa diisi ulang lewat listrik rumahan, BMW Indonesia menjual i8 berikut instalasi perangkat pengisian ulang untuk dipasang di rumah.
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Paris (Conference of the Parties/COP21) tahun 2015 lalu, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi CO2 ( karbon dioksida), penyebab utaman pemanasan global, sebesar 29 persen di 2030.

Demi mencapai target itu, disiapkanlah agenda yang akan secepatnya diimplementasikan, salah satunya pada sektor industri otomotif, yang menyumbang sekitar 26 persen emisi CO2. Wacana Low Carbon Emission Program (LCEP) pun bergulir, dibuntuti dengan pemberlakuan pajak kendaraan sesuai kadar emisi CO2 yang dihasilkan.

Ini akan menggiring hadirnya beragam mesin mobil atau bahan bakar, demi bisa menyesuaikan dengan aturan tersebut. Karena, dengan semakin kecilnya emisi mobil, maka akan semakin rendah pula pajak yang dibebankan.

"Program LCE dikembangkan untuk kendaraaan bermotor, dengan teknologi penggerak selain teknologi yang dominan di pasar Indonesia saat ini. Prinsipnya adalah menstimulus diversifikasi bahan bakar, atau tenaga penggerak serta peningkatan fuel economy," tutur Yan Sibarang Tandiele, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian kepada KompasOtomotif di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Yan menambahkan, terkait dengan tren jenis mesin mobil ke depannya, arahnya tidak bisa ditentukan. "Dinamika teknologi kendaraan bermotor, akan sesuai dengan tren global, tidak mengikuti pola tertentu. Tentunya akan mengarah ke teknologi yang semakin bersahabat dengan lingkungan," ujar Yan.

Teknologi canggih kendaraan dengan bahan bakar alternatif yang ada hubungannya dengan LCE, di antaranya gas alam, etanol, biofuel, hibrida, listrik, hingga hidrogen. Sementara mesin penggeraknya bisa jadi hibrida dan listrik, disamping mesin konvensional mesin bensin atau diesel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X