Kompas.com - 18/10/2016, 08:42 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Tangerang, KompasOtomtif – Musim penghujan maupun kemarau (panas) semakin tak menentu datangnya, maka dari itu perlu lebih waspada. Khusus pesepeda motor, disiram air hujan kala berkendara, bukan hal yang menyenangkan, karena otomatis meningkatkan risiko celaka di jalan.

Meski begitu, waspada perlu ditingkatkan, agar tetap aman dan selamat di tengah kondisi tersebut. Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) menyampaikan beberapa pesan, ketika hujan turun di tengah perjalanan.

Pertama, kata Hendrik, sebaiknya berhentikan kendaraan di tempat meneduh terdekat. “Ini langkah yang seharusnya dilakukan. Namun pastikan lokasi berteduh aman dan tidak mengganggu kondisi lalu lintas, seperti di bawah jembatan atau lokasi lainnya,” ujar Hendrik, Kamis (13/10/2016).

Lalu yang kedua, jika tidak berkenan berteduh lama dan ingin melanjutkan perjalanan, terlebih dahulu kenakan jas hujan yang tepat (bukan ponco). Lalu jangan langsung menerobos hujan, tapi tunggu sekitar 10 menit setelah hujan turun.

“Umumnya pada 10 menit pertama jalan sangat licin, karena kondisi jalan yang panas kemudian tersiram air hujan,  menimbulkan uap. Lalu ada juga lumpur jalan (tanah dan pasir yang mengendap di aspal) yang mulai muncul dan mengalir ke tepi jalan (ke posisi lebih rendah dibading bagian tengah jalan). Jadi tunggu beberapa saat sampai lumpur itu mulai menepi dari jalan, agar tidak tergelincir,” ujar Hendrik.

Langkah ketiga, saat mulai berjalan, upayakan atur kecepatan sebijaksana mungkin, tentunya jangan samakan ketika kondisi jalan kering. “Ini biasanya biker malah terbalik, bukannya pelan, mereka malah semakin ngebut saat hujan. Tepatnya adalah kurangi kecepatan,” ujar Hendrik.

Keempat, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, lebih jauh dibanding saat kondisi jalan normal. Karena saat hujan, butuh jarak pengereman yang lebih, selain jalan licin, hitungan waktu teknis sistem pengereman bekerja juga lebih lama, berbeda ketika kondisi kering.

Kemudian terakhir, kata Hendrik, posisi jalur berkendara jangan terlalu di pinggir, atau sedikit lebih ke tengah. Karena di jalanan Jakarta khususnya, sisi tepi jalan kerap digenangi air saat hujan. Dikhawatirkan di dalam genangan itu ada lubang atau gangguan lainnya yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.