Kompas.com - 10/10/2016, 08:31 WIB
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Yogyakarta, KompasOtomotif - Kustomfest sudah seperti "lebarannya" para pecinta modifikasi di Tanah Air. Namun dibalik sepeda motor dan mobil kustom, ada banyak pelaku seni lain yang ikut berkecimpung dan menjadikan acara ini makin unik serta kental dengan nilai budaya.

Salah satunyanya seperti pinstriping, atau seni lukis yang biasa digunakan menghias beberapa sektor pada motor kustom. Beda dengan airbrush, pinstriping lebih menekankan pengerjaan langsung di bidangnya dengan menggunakan kuas khusus tanpa alat bantu.

Pamor seni pinstrip makin berkembang sejak kehadiran Kustomfest yang berhasil memicu banyak para seniman lokal berkarya di dunia otomotif kreatif. Bahkan pihak penyelengara juga menghadirkan para seniman pinstip Jepang berkaliber internasional beberapa kali ke Kustomfest, seperti Hiro Iishi dari Mooneyes sampai Boo Pinstiping.

Pinstrip mulai banyak diaplikasi pada motor kustom untuk memberikan nilai seni dan keunikan tersendiri. Hal ini pun membuat para seniman memiliki kesempatan untuk berkembang baik dalam karya dan taraf ekonomi.

Stanly/Otomania Pinstriping Kustomfest 2016

Pada Kustomfest 2016, seni pinstrip mulai dikompetisikan untuk mencari bakat terbaik. Medianya cukup beragam, mulai dari helm, tangki bahkan sampai jaket. Sama dengan para pemenang kompetisi kustom motor, hasil pinstip terbaik juga akan mendapatkan apresiasi, bahkan bisa dilirik oleh para builder lokal dan manca negara.

"Sebagian pinstiper sudah menjadikan seni melukis bebas ini sebagai profesi. Kustomfest menjadi salah satu wadah pendukungnya, mulai dari perkembangan, sisi ekonomi, sampai faktor melahirkan para pinstriper muda," ujar Lulut Wahyudi kepada KompasOtomotif, Minggu (9/10/2016).

Menurutnya, dengan adanya Kustomfest terbukti bisa memfasilitasi karya seni pinstrip di Tanah Air. Bahkan banyak para pemain baru yang mulai menekuni bidang seni ini.

Stanly/Otomania Pinstriping Kustomfest 2016

Nash dari majalah Bourout Magazine Jepang juga cukup kagum dalam perkembangan seni pinstrip yang ada di Kustomfest 2016. Menurutnya, selain memiliki konsep yang unik, pengerjaan pun sudah cukup rapih.

"Pinstrip di Indonesia cukup berkembang. Sejak saya ikut di Kustomfest sudah banyak perubahan, para pelakunya saat ini jauh lebih tekun dan hasilnya bisa lebih baik," ucap Nash pada KompasOtomotif di waktu yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.