Jelmaan Kereta Paksi Naga Liman Sunan Gunung Jati

Kompas.com - 08/10/2016, 13:01 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Yogyakarta, KompasOtomotif – Kereta Paksi Naga Liman di Kesultanan Kanoman dibuat pada tahun 1350 Saka atau 1428 Masehi oleh Pangeran Losari. Inilah kereta kebesaran Sunan Gunung Jati Cirebon yang pada zamannya, menonjol dari sisi teknologi.

Lulut Wahyudi, punggawa Retro Classic Cycles, menyusun kembali puing-puing sejarah itu, meski dalam interpretasi yang berbeda. Bukan lagi terlahir sebagai kereta kencana, tetapi diwujudkan dalam bentuk sepeda motor kustom.

”Saya lama termenung melihat detail kereta kencana tersebut, karena berbeda dengan yang pernah saya lihat sebelumnya. Pada zaman itu, teknologi sudah tinggi, membuat kereta enak ditumpangi. Itu didapat dari konstruksi rodanya yang memperhatikan kenyamanan,” ucap Lulut.

Retro Classic Cycles Mesin American V Twin Sportster dipalikasi ke dalam frame rigid.
Pulang ke Yogyakarta, dengan waktu yang relatif singkat, sekitar 30 hari pengerjaan, Lulut meramu inspirasi dari kereta Paksi Naga Liman ke dalam sosok motor kustom berbasis American Traditional Old School Chopper bernuansa motif Cirebon.

Inilah yang tidak dilupakan Retro Classic Cycles di setiap karyanya, di mana sisi kearifan lokal tetap terjaga meski selalu mengajak untuk berwawasan global. Adapun gaya tradisional chopper Amerika dipilih Lulut karena chopper dianggap selalu abadi.

Meski dengan waktu terbatas, Lulut mencurahkan segala kemampuan dalam craftmanship motor ini agar benar-benar berkarakter, sedap dipandang, dan tentu nyaman dikendarai sesuai pakem Retro Classic Cycles.

Setiap detail mulai dari konstruksi frame, pemilihan setang, dan posisi mengendarainya dirancang sedemikian rupa agar ”Kebo Bule”, julukan motor ini, yang berarti Raksasa Putih, memunculkan kesan glamor serta menonjolkan paduan kuat antara seni dan rancang bangun.

”Melalui Kebo Bule ini, saya menyempurnakan apa yang didapatkan dengan memperhatikan semua sudut. Misalnya perpaduan fork springer dengan dimensi handlebar mini ape hanger untuk menjadi satu ciri sosok chopper bergaya tradisional, namun tidak meninggalkan sisi ergonomis dan kenyamanan handling,” ujar Lulut.

Retro Classic Cycles Dalam hal painting, Lulut mendorong painter muda Titah Argayoga dari Retro Syndicate Kustom Paint mengeksplorasi kemampuannya sehingga dipercaya melabur si Kebo Bule.
Soal pemilihan mesin American V Twin Sportster pun, Lulut tidak serta merta mengaplikasikan ke dalam frame rigid rancangannya. Namun, penuh dengan rekayasa seni agar berbanding sejajar bersama karya handmade Retro Classic Cycles, termasuk aksesori mesin dari EMD.

Dalam hal painting, Lulut juga kini tengah mendorong painter muda Titah Argayoga dari Retro Syndicate Kustom Paint mengeksplorasi kemampuannya sehingga dipercaya melabur si Kebo Bule.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.