Tanpa Pabrik di Indonesia Jangan Harap Gabung AISI

Kompas.com - 19/09/2016, 08:22 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia atau AISI, merupakan wadah yang menaungi produsen kendaraan roda dua di Indonesia. Konsorsium ini juga yang nantinya bakal jadi mediator, antara pebisnis sepeda motor tersebut dengan pemerintah, sebagai pembuat regulasi.

Namun ternyata, tidak semua merek sepeda motor yang ada di Indonesia, ada di bawah payung AISI. Dari beragam merek, yang asalnya dari Jepang, China, Eropa, India, dan Amerika, hanya ada lima yang menjadi anggota, seperti Honda, Yamaha, Kawasaki, Kanzen, Suzuki, dan TVS.

Mengapa begitu?

Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosisasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mengiyakan, kalau tidak semua merek menjadi anggota AISI. Dirinya mengatakan, ada syarat khusus yang ditetapkan, salah satunya adalah memiliki pabrik di Indonesia.

“Syarat utama kami yaitu memiliki pabrik terlebih dahulu. Karena, ide dari pendirian ini juga agar para produsen ingin berinvestasi di Indonesia,” ujar Sigit saat berbincang dengan KompasOtomotif, Minggu (29/8/2016).

Sigit melanjutkan, tentunya dengan investasi, dapat memberikan efek positif di dalam negeri, di antaranya terbuka lapangan pekerjaan. “Jadi bakal repot kalau kita hanya jadi negara pengimpor saja,” ujar Sigit.

Dalam setiap kegiatannya, tentu  AISI akan lebih memprioritaskan segala kebutuhan dan keinginan anggota, dibanding dengan yang bukan. Ini bisa merangsang merek-merek yang belum memiliki pabrik, segera berinvestasi di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.