Kompas.com - 06/09/2016, 18:35 WIB
|
EditorAgung Kurniawan


‎Jakarta, KompasOtomotif - Salah satu tugas penting Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yaitu mengumpulkan data terkait industri termasuk data volume produksi para anggotanya. Akan tetapi Ketua AISI Gunadi Sindhuwinata menolak jika asosiasi diduga juga menghimpun data ‎harga jual setiap produk di pasaran.

Investigator dalam sidang lanjutan dugaan kartel Honda dan Yamaha di gedung Komisi Pengawas Persaingan ‎Usaha (KPPU), di Jakarta, Selasa (6/9/2016), mencurigai AISI mengetahui harga jual setiap produk anggotanya. Hal itu dianggap berkaitan dengan dugaan usaha Honda dan Yamaha menetapkan harga jual produk skutik.

‎"Kami tidak pernah meminta harga. Karena percuma, kembali lagi itu strategi pasar sebab bisa berubah‎-ubah," kata Gunadi.

Proses yang selama ini terjadi, para anggota AISI sekarang -Honda, Yamaha, ‎Suzuki, Kawasaki, dan TVS, mengirimkan data produksi dan penjualan secara sukarela setiap bulan. Tidak ada sanksi jika anggota telat memasok data sebab sifatnya tergantung kesadaran.

Data yang AISI kepada berbagai pihak, tiga di antaranya yakni Kementerian Perindustrian, Pemerintah Daerah, dan media.

Gunadi juga menyatakan AISI tidak pernah menyiarkan data omzet para anggota. ‎"Kami tidak dalam posisi meminta memantau atau menentukan harga," kata Gunadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.