Giliran Pemerintah Tantang Merek buat LCE!

Kompas.com - 31/08/2016, 17:42 WIB
Pabrik perakitan Mercedes Benz di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor. Ghulam/KompasOtomotifPabrik perakitan Mercedes Benz di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Wacana aturan Low Carbon Emission sudah cukup lama terdengar, prosesnya sekarang tinggal selangkah lagi menuju peraturan resmi. Regulator sudah serius mengembangkannya, kini giliran para pelaku industri yang memutuskan bakal ikut atau tidak.

Berbeda seperti peraturan Low Cost Green Car (LCGC) yang khusus buat pengembangan mobil ramah lingkungan berbasis mesin konvensional, LCE akan membuka segmen baru dengan teknologi alternatif seperti biofuel, gas, hibrida, listrik, sampai hidrogen.

“Sebetulnya tugas pemerintah kan sudah, program itu memberikan fasilitas berupa pembebasan PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah), dipayungi berbarengan dengan LCGC. Nah, hal ini belum ditangkap oleh pelaku usaha,” kata Yan Sibarang Tandiele, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, via telepon, Rabu (31/8/2016).

Menurut Yan, pelaku usaha tidak bisa dipaksa untuk ikut. Hal yang bisa dilakukan yaitu membuat LCE jadi logis buat pebisnis menambah investasi di Tanah Air.

“Kita yang menciptakan suatu kondisi, enggak bisa dipaksa sama sekali. Pemerintah harus mencari cara, bagaimana supaya orang itu mau, yakin ini ada prospeknya. Ke depan mau tidak mau kita mengarah kendaraan ke low carbon,” ucap Yan.

LCE hanya sebagian dari road map besar pengembangan industri otomotif di dalam negeri. LCE memang dijadwalkan terbit setelah LCGC, setelah itu, dari wacana yang muncul, pemerintah mau memberlakukan penentuan besar pajak berdasarkan emisi kendaraan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X