Euro IV, Kemenperin-Pertamina Malah "Saling Lempar"

Kompas.com - 20/08/2016, 13:01 WIB
Uji emisi yang dilakukan tim BLH Kabupaten Gresik di halaman Pemkab Gresik, Selasa (24/5/2016). HamzahUji emisi yang dilakukan tim BLH Kabupaten Gresik di halaman Pemkab Gresik, Selasa (24/5/2016).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Kasak-kusuk tentang peningkatan standar emisi dari Euro II ke Euro IV masih berada di area abu-abu. Meski Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah mengisyaratkan hal ini, namun para pemangku kepentingan masih saling lempar.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, (11/8/2016), di GIIAS, menyatakan bahwa saat ini standar emisi masih dibahas, dan pihaknya sedang meminta kesiapan suplai dari Pertamina untuk penyediaan bahan bakar yang mendukung.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, juga menanggapi hal ini, bahwa dari sisi industri tidak ada masalah serius untuk switch dari Euro II ke Euro IV. Hanya, menunggu kesiapan Pertamina.

Menanggapi hal ini, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan bahwa ada dua aspek yang perlu dipikirkan, yakni produksi dan konsumen.

”Kalau produksi, Pertamina sudah plan, bahwa saat ini sedang dilakukan pembangunan kilang langit biru, selesai 2018 akhir. Jadi, 2019 sudah keluarkan Euro IV. Yang jadi masalah kan belum tentu seluruh Indonesia. Begitu euro4 beneran keluar harga naik enggak? Masyarakat siap gak?" kata Bambang.

Masalah lain, Pertamina lebih memikirkan dari sisi konsumen. Sehubungan denan harga yang bakal naik perusahaan minyak pelat merah itu mengkhawatirkan tak direspons masyarakat.

”Kami berhasil dengan Pertalite itu karena edukasi. Tapi generasi sekarang, tidak sesulit mengedukasi orang dulu. Kalau beli mahal value-nya bagus mereka akan setuju," ucap Bambang.

Bambang juga menyindir Kemenperin, bahwa yang mengejar bensin Euro IV sebenarnya industri, karena ada kaitannya dengan ekspor. ”Mereka (industri) kan juga pengin ekspor. Kalau ekspor enggak Euro4 mana laku?” kata Bambang.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X