Mantan Presenter Top Gear Dituduh Peleceh Seksual

Kompas.com - 06/07/2016, 14:11 WIB
Chris Evans ditunjuk BBC sebagai pengganti Jeremy Clarkson untuk Top Gear 2016. radiotoday.co.ukChris Evans ditunjuk BBC sebagai pengganti Jeremy Clarkson untuk Top Gear 2016.
|
EditorAgung Kurniawan

London, KompasOtomotif – Sudah jatuh, tertimpa tangga juga. Peribahasa ini cocok menggambarkan berakhirnya karir Chris Evans (50), sebagai presenter acara otomotif Top Gear. Kini, pria berkacamata ini ternyata sedang diselidiki Metropolitan Police di London, Inggris, terkait tuduhan pelecehan seksual.

Heat Street, Senin (4/7/2016), memberitakan, informasi itu didapat dari rilis Metropolitan Police. Isinya menyatakan, polisi telah menerima laporan dugaan itu pada 23 Mei.

Telegraph menerangkan, seorang wanita menuduh Evans memegang dadanya pada 1990-an. Tuduhan itu datang dari mantan rekan kerja saat Evans membawakan acara di Channel 4 BBC, The Big Breakfast pada periode 1992 – 1994. Sejak wanita itu berani mengungkap, sekelompok rekan kerja yang lain juga mengungkap di sosial media bahwa Evans sering mengekpos dirinya dan mem-bully.

Evans kemudian mengatakan semua itu tidak benar.

Konfirmasi dari kepolisian London datang hanya beberapa jam sebelum Evans menjelaskan lewat Twitter bahwa dirinya tidak lagi bergabung dengan Top Gear.

Evans adalah salah satu presenter baru setelah Top Gear ditinggal trio Jeremy Clarkson, Richard Hammond, dan James May. Evans dinilai gagal karena "All-New" Top Gear ditinggal jutaan pemirsa dan memiliki prilaku buruk.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Autoblog
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X