Detail Komponen Bermasalah pada Yamaha R25

Kompas.com - 21/06/2016, 14:00 WIB
Yamaha Indonesia meluncurkan R25 dan R15 dengan livery Movistar MotoGP. Yamaha IndonesiaYamaha Indonesia meluncurkan R25 dan R15 dengan livery Movistar MotoGP.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Penarikan kembali (recall) sepeda motor Yamaha YZF-R25 dan MT25, dilakukan terkait kendala yang terjadi pada pompa oli mesi dan bearing yang menempel pada tutup rumah kopling. Meski sampai saat ini belum ada konsumen Indonesia yang mengeluhkan hal itu, namun Yamaha tidak ingin menunggu itu terjadi.

M. Abidin, GM After Sales & Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, perbaikan yang akan dilakukan pada unit-unitnya tersebut, hanya memakan waktu 30 menit. Dirinya juga coba menjelaskan detail dari kerusakan pada produknya tersebut.

Baca juga: Yamaha Indonesia Resmi “Recall” 20.000 R-25 dan MT-25

Bearing  (R25 dan MT25)

Pada produk ini, permasalahan yang dialami ada pada desain bearing pada tutup rumah kopling, di mana desainnya tidak cukup kuat untuk menahan beban saat pengoperasian kopling. Kemungkinan terburuknya, bearing bisa rusak dan sepeda motor akan terkndala ketika digunakan, seperti misalnya sulit memindahkan gigi tranmisi.

Perbaikannya, bearing dengan spesifikasi baru digunakan untuk mengganti yang lama. Di mana dimensi bearing lama yang berukuran 24 akan berubah menjadi ukuran 28.

Gear pompa oli (R25 dan MT25)

Sebenarnya yang bermasalah bukan pompa oli secara keseluruhan, tetapi hanya pada bagian gear oil pump-nya saja (roda gigi resin di oil pump). Kendalanya, komponen tersebut memiliki relief valve yang kurang tepat, sehingga menyebabkan tekanan oli tidak tersirkulasi dengan baik.

Kemungkinan terburuk dari masalah ini, gear pompa oli bisa pecah, dan menyebabkan pelumasan mesin terganggu. Perbaikannya yaitu dengan mengubah desain relief pada bagian pompa oli.

Selang Rem (Khusus MT 25)

Khusus MT 25, ada perbaikan yang sifatnya menambahkan, khususnya pada front brake house. Salah satu komponennya (selang rem) itu posisinya bergesekan dengan radiator, bisa jadi dikarenakan proses pemasangan melintir, sewaktu produksi.

Deskripsinya, posisi selang rem depan telalu dekat dengan radiator, dan ini bisa menyebabkan selang rusak karena tergesek dan bisa juga membuat fungsi pengereman teganggu.

“Ini bukan perbaikan, tapi sekedar penambahan pengikat saja pada selang rem depan. Sebenarnya ini tidak bermasalah ketika jalan lurus, namun untuk mengakomodasi manuver yang dilakukan pengendara MT25 agar nyaman, kami akan melakukan improvisasi untuk komponen ini,” ujar Abidin kepada KompasOtomotif.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X