Komponen Mobil Matik yang Cepat Rusak karena Macet

Kompas.com - 13/06/2016, 08:43 WIB
Ilustrasi macet. AutoevolutionIlustrasi macet.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Jalan raya di kota-kota besar di Indonesia tidak jarang dalam kondisi macet, di hari biasa maupun libur. Kondisi ini juga sebenarnya yang semakin mendorong makin banyak populasi mobil bertansmisi otomatis (matik) di jalan.

Konsumen di dalam kota, cenderung menghindari suasana melelahkan dan menjenuhkan ketika harus menghadapi macet. Tetapi, ternyata kondisi macet ini juga berpotensi membuat komponen kendaraan bisa mudah rusak, terutama pada mobil matik.

Dedy Ismanto, Product Manager, Bosch Automotive Aftermarket Indonesia mengatakan, dengan kondisi jalan seperti itu, bagian mobil matik pertama yang bisa cepat mengalami pergantian yaitu sistem pengereman. Pengendara cenderung malas menetralkan kendaraan, dan lebih memilih menginjak dan melepas rem.

“Ini terkait dengan perilaku berkendara yang malas. Daripada harus mentralkan transmisi, pengemudi malah tetap memposisikan transmisi di “D” dan memainkan rem saja untuk menjalankan dan memberhentikan kendaraan (stop and go). Semakin sering rem bekerja, maka performanya juga pasti cepat berkurang,” ujar Dedy di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Dedy melanjutkan, komponen penting kedua yang biasanya cepat diganti karena macet adalah baterai atau aki. Ini lantaran kendaran yang dalam kondisi macet, biasanya putaran mesin tidak tinggi, sehingga alternator tidak bekerja mengisi aki. Sementara listrik di dalam aki terus tersedot.

“Pada saat jalan macet, pengisian baterai aki itu cenderung tidak stabil. Ini karena sistem pengisian aki atau alternator hanya melakukan pengisian pada putaran mesin tertentu, biasanya di 1.800 rpm,” ujar Dedy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ciri-ciri alternator aktif juga ditandai ketika extra fan mobil sudah bekerja. Jadi kalau baterainya saja yang hanya terpakai dan tidak ada pengisian listrik, tentu akan cepat tekor,” ucap Dedy.

Jadi sebaiknya untuk tidak secara teratur dan berkala melakukan pengecekan terhadap komponen inti tersebut. Sehingga tidak sewaktu-waktu rusak dan merugikan di jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.