Kompas.com - 20/05/2016, 06:31 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Mugello, KompasOtomotif – Pebalap tim pabrikan Suzuki, Aleix Espargaro merasa menjadi anak tiri oleh pihak manajemen. Ungkapan ini disampaikan setelah Suzuki mengumumkan rekrutan pebalap baru, Andrea Iannone, menggantikan Vinales yang pindah ke Yamaha pada musim 2017 dan 2018.

Espargaro juga menyatakan, sekarang dirinya dan manajer sudah menyiapkan strategi baru untuk menghadapi musim 2017. Bursa transfer pebalap MotoGP memang tengah bergulir cepat, jelang seri GP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (22/5/2016)  dan Espargaro sepertinya tidak masuk dalam daftar.

Pasalnya, sampai saat ini Espargaro belum membahas soal kontrak baru bersama pihak Suzuki yang akan berakhir akhir musim 2016. “Bukannya saya tidak senang. Saya sedikit sedih, karena saya pikir saya lebih berharga bagi Suzuki. Saya merasa layak mendapatkan penghargaan lebih. Hal-hal seperti ini. Suzuki jelas melakukan pekerjaan bagus dengan menarik Iannone,” ucap Espargaro dikutip Crash.net, Kamis (19/5/2016).

“Setelah Maverick pergi ke Yamaha, satu-satunya pebalap top di pasar adalah Iannone, jadi langkah bagus bagi Suzuki. Tetapi mengapa mereka melakukannya... Mereka mengumumkan begitu cepat. Kami bahkan belum memulai pembicaraan (kontrak baru). Saya mengharapkan hal yang berbeda,” kata pebalap berusia 26 tahun ini.

CRASH.NET Pebalap Suzuki asal Spanyol, Aleix Espargaro, melambai kepada penonton setelah menyelesaikan sesi latihan bebas kedua GP Catalunya di Sirkuit de Barcelona, Jumat (12/6/2015).

Sebagai pebalap profesional, Espargaro sadar ikatannya dengan tim hanya sebatas kontrak kerja. Bahkan, ada kemungkinan kontraknya tidak diperpanjang oleh Suzuki, karena sudah terdengar ada kandidat lain yang akan masuk.

“Saya benar-benar tidak tahu (terkait pebalap lain yang menggantikannya). Saya dengar Zarco. Saya juga dengar Rins. Saya tidak tahu. Ini sesuatu yang tidak bisa saya kontrol. Hal yang bisa saya lakukan adalah mencoba tetap kompetitif di lintasan,” kata Espargaro yang berhasil menembus posisi enam besar dalam tiga seri terakhir MotoGP.

Jika keputusan Suzuki adalah mengganti kedua pebalap di musim 2017, maka dianggap cukup berisiko. Espargaro mengaku sudah menghabiskan dua tahun untuk mengembangkan motor bersama tim dan menunjukkan hasil sangat positif.

 “Saat saya bergabung, motor Suzuki sangat buruk. Kita berhasil mengembangkan motor bersama tim, sama-sama bekerja sama dengan baik. Tahun ini, dalam tiga balapan terakhir, kedua pebalap ada dalam posisi puncak kemampuannya, jadi buat saya sangat gila kalau mengganti kedua pebalap. Tetapi, keputusan ini bukan tergantung pada saya,” ucap Espargaro.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.