Jangan Biarkan Gesits Layu Sebelum Berkembang

Kompas.com - 04/05/2016, 09:22 WIB
EditorAgung Kurniawan

Surabaya, KompasOtomotif – Triliunan rupiah terus disedot para prinsipal asing dari pasar sepeda motor di Tanah Air setiap tahunnya, terutama dari Jepang. Indonesia dengan pasar 250 juta jiwa, yang mengonsumsi sekitar 6 juta-7 juta unit sepeda motor per tahunnya, merupakan pasar menggiurkan bagi pelaku industri otomotif manapun.

“Indonesia ini merupakan pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia, setelah China dan India,” ucap Muhammad Nur Yuniarto, Dekan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, menjawab KompasOtomotif, Selasa (3/5/2016).

Kini, melalui skema kerja sama antara Garansindo dan ITS, mampu menghasilkan karya sepeda motor berteknologi listrik pertama di Indonesia, Gesits. Produk ini boleh dibilang milestone perkembangan industri otomotif lokal Indonesia. Jangan sampai Gesits justru layu sebelum berkembang di negaranya sendiri yang punya potensi pasar besar.

M Nur mengatakan, Gesits merupakan karya anak bangsa, lahir dari tangan-tangan mahasiswa ITS. Para mahasiswa rela menghabiskan waktunya siang dan malam, tanpa digaji untuk mewujudkan mimpi, Indonesia bisa punya kendaraan sendiri.

“Tolong, jangan sia-siakan (karya) mereka (para mahasiswa). Mereka bekerja sudah tidak seperti mahasiswa lain pada umumnya,” kata M Nur, sambil menahan isak.

Kompas.com/Alsadad Rudi EV Cub, sepeda motor listrik buatan Honda yang dipamerkan di Bangkok International Motor Show 2016. Bentuk motor ini terinspirasi dari Super Cab, sepeda motor bebek buatan Honda yang sempat laris pada era 1970-an.

Terusik

Menurut M Nur yang bergelar Doktor Manufacturing System Control, UMIST England, kelahiran Gesits dipastikan akan mengusik merek-merek tradisional Jepang yang sudah bertahun-tahun menikmati pasar Indonesia. Sebelum prototipe diperkenalkan, Honda bahkan langsung memperkenalkan konsep “bebek” berteknologi listrik, bernama EV Cab di Bangkok Motor Show, Maret 2016.

“Coba lihat saja, belum lama saya menjadi keynote speaker bersama AISI, Honda langsung mengeluarkan motor listrik. Jadi kalau dibilang terusik, sudah pasti mereka,” kata M Nur.

Baca Juga: Motor Listrik Bebek Honda Bakal Sulit Dipasarkan

Honda menyatakan, nantinya produk ini akan dipasarkan ke beberapa negara di dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara, tentunya Indonesia, dengan rencana produksi global mulai 2018. Meski demikian, Honda juga menyatakan, kalau memasarkan sepeda motor listrik merupakan hal yang sulit dilakukan, mengingat budaya produk konvensional (mesin bensin) yang sudah mengakar puluhan tahun.

Juga, terkait harga baterai yang membuat banderol jenis sepeda motor ini tidak kompetitif dalam hal harga.

“Pemerintah dalam hal ini harus melakukan sesuatu. Jangan sampai segmen ini juga hanya dinikmati merek-merek asing nantinya. Ini harus dilindungi,” kata M Nur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.