Pemerintah Tantang Produsen Bikin Sedan Murah

Kompas.com - 03/05/2016, 09:01 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian meminta kepada para produsen otomotif agar bisa memproduksi mobil sedan berstatus “murah”. Berawal dari itu, ke depannya diharapkan sedan bisa besar dan Indonesia mampu mengekspornya untuk pasar global, karena di dunia segmen tersebut yang paling besar.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, pasar paling besar di dunia adalah sedan, sedangkan di Indonesia Multi Purpose Vehicle (MPV). Oleh karena itu, untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan, maka harus dimulai memproduksi sedan.

“Ke depannya para produsen otomotif di Indonesia mampu membuat sedan kecil. Mungkin dari sedan kecil itu, penjualan dan volume produksi bisa meningkat, sehingga kita bisa bersaing dengan Thailand,” ujar Putu di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Putu melanjutkan, jika para produsen bersedia, maka bisa memanfaatkan platform Low Cost Green Car (LCGC). Sehingga, harganya bisa lebih murah, karena mendapatkan insentif pajak dari pemerintah.

“Kalau platform LCGC diubah menjadi sedan kecil itu lebih mudah. Kedepannya pasti sedan laku di Indonesia,” kata Putu.

Selama tiga bulan pertama 2016, total segmen “mobil murah” sudah mencapai 41.301 unit, masih menjadi salah satu penyumbang terbesar volume penjualan otomotif nasional. Nantinya, jika ada sedan “murah” diharapkan bisa sesukses model LCGC lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.