Kuartal Pertama, Penjualan Mobil Eropa Tumbuh

Kompas.com - 26/04/2016, 17:29 WIB
Deretan produk andalan Mercedes-Benz Indonesia di IIMS 2016. Ghulam/KompasOtomotifDeretan produk andalan Mercedes-Benz Indonesia di IIMS 2016.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Meski angka pejualannya tidak sebesar merek Jepang, produsen asal Eropa masih bertahan dengan pasarnya sendiri. Rata-rata memang pembelinya tergolong konsumen premium, atau yang punya kocek tebal.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada tiga bulan pertama, penjualan delapan merek Eropa mengalami tren positif. Dari bulan Januari dengan total 482 unit, naik di bulan Februari menjadi 601 unit atau 6,54 persen. Selanjutnya pada bulan Maret 2016, berhasil mencapai 737 unit, atau naik sekitar 7,47 persen.

Selama kuartal pertama ini (Januari-Februari 2016) berhasil terkumpul 1.820 unit. Jika dibandingkan dengan pencapaian 2015 pada periode yang sama, angka tersebut mengalami kenaikan 3,57 persen, atau bertambah 65 unit.

Meski tidak besar dan signifikan, namun hawa positif ini bisa membangkitkan semangat pemegang merek, untuk bisa tetap mempertahankan pertumbuhan pada bulan berikutnya. Apalagi dengan penurunan BI rate yang saat ini ada di 6,75 persen, yang berefek pada ikut turunnya bunga kredit, sehingga memungkinkan untuk kembali bergairahnya bisnis otomotif tanah air.

Mercy Ada di Puncak

Dari data delapan merek Eropa yang dikumpulkan KompasOtomotif, Mercedes-Benz jadi merek yang punya penjualan tertiggi, dengan raihan 957 unit. Kemudian diikuti oleh rivalnya BMW, yang mencapai 576 unit, dan di posisi ketiga ada Volkswagen, 134 unit.

Untuk lebih jelasnya bisa melihat tabel berikut, yang diambil dari data Gaikindo tiga bulan pertama 2016.

Merek

Januari

Februari

Halaman Selanjutnya
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X