Misi Terselubung Toyota Indonesia Lewat Sienta

Kompas.com - 30/03/2016, 08:23 WIB
Toyota Sienta tanpak samping, diperlihatkan berpenggerak roda depan. coolaler.comToyota Sienta tanpak samping, diperlihatkan berpenggerak roda depan.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Toyota Indonesia sudah memastikan akan menambah satu model baru untuk diproduksi, yakni Sienta. Kendaraan multi guna dengan pintu geser ini dipastikan meluncur, pekan depan di Ibu Kota. Namun, ada hal lain yang coba dibidik Toyota dari sekedar meluncurkan produk baru.

Dari informasi yang dihimpun KompasOtomotif, Sienta, semula direncanakan akan menjadi model hibrida pertama yang diproduksi di Indonesia. Rencana kelahiran Sienta sebenarnya sudah direncanakan sejak 2012 lalu. Bahkan, varian hibrida ini sudah dijual Toyota di negara asalnya, Jepang.

Sebagai model MPV, Sienta dianggap ideal untuk diproduksi di Indonesia, bercermin pada pasar kendaraan terbesar. Potensi yang besar ini juga yang membuat Toyota meyakini, merakit hibrida viesible, karena diprediksi bakal laku. Dengan catatan, ada insentif atau perlakuan khusus untuk kendaraan berjenis hibrida.

Program Pemerintah

Strategi Toyota ini juga sejalan dengan semangat pemerintah Indonesia melahirkan dua program di bidang otomotif. Pertama, bergulirnya proyek mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC). Kemudian, duet Toyota Agya dan Daihatsu Alya lahir, menjadi sepasang model perdana yang masuk ke segmen ini.

Kedua, pemerintah sebenarnya punya program lanjutan, bertajuk Low Carbon Emmision (LCE). Di dalamnya, mengatur insentif terkait produksi mobil-mobil berteknologi ramah lingkungan, mulai dari mesin kecil dengan turbo, hibrida, sampai listrik murni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sampai sekarang program kedua ini belum juga berlanjut sampai aplikasi. Regulasi masih sebatas Peraturan Pemerintah, belum masuk ke level kementerian terkait, sehingga terkesan  mengambang.

Lobi

Para Agen Tunggal Pemegang  Merek (ATPM) mobil di Indonesia, khususnya yang memasarkan kendaraan hibrida, sebenarnya sudah melakukan lobi kepada pemerintah Indonesia untuk insentif. "Pentolan" Toyota, Johnny Darmawan (mantan Presdir Toyota Astra Motor) bahkan pernah presentasi Prius dan Camry Hybrid ke mantan Presiden Sudilo Bambang Yudhoyono, Mei 2012 silam.

Ketika harga minyak dunia melambung kala itu (2012), opsi mendorong kendaraan ramah lingkungan yang tidak boros merupakan langkah jitu. Tapi, seiring menurunya harga minyak mentah, harga bensin semakin murah, maka kendaraan ramah lingkungan jadi tidak "sepenting" dulu.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.