Apa Sih yang Dimaksud dengan Mesin “Ngelitik”?

Kompas.com - 22/03/2016, 17:29 WIB
Blok mesin Esemka Rajawali 1.5L Twin Cam 16 Valve Stanly/KompasOtomotifBlok mesin Esemka Rajawali 1.5L Twin Cam 16 Valve
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Kita mungkin sudah sering dengar kata ngelitik alias engine knocking yang biasanya mengacu pada suara mesin kasar terus-terusan yang terasa seperti sedang sakit. Apa yang sebenarnya terjadi ketika mesin begitu, apa penyebabnya dan apa dampaknya?

Dalam penjelasan sederhana ngelitik adalah situasi ketika pembakaran pada mesin tidak berjalan normal. Bahan bakar seharusnya terbakar dalam waktu yang telah ditentukan sesuai siklus mesin, ngelitik terjadi ketika pembakaran tidak sesuai.

Febri Ardani/KompasOtomotif Contoh mesin segaris.
Ngelitik itu disebabkan pembakaran yang tidak diinginkan. Jadi pembakaran bensin yang meledak sendiri sebelum waktunya,” ujar Ari Tristanto, Sales Trainer Mazda Motor Indonesia, ketika menjelaskan tentang teknologi Skyactiv-G (bensin) di Bandung, Sabtu (19/3/2016).

Mazda adalah produsen yang berhasil mengatasi problem ngelitik pada mesin dengan rasio kompresi tinggi (tekanan tinggi) lewat paket teknologi Skyactiv.

Penyebab

Alasan ngelitik terjadi bisa disebabkan oleh kualitas bahan bakar dan kandungan oktan yang lebih rendah dari seharusnya. Ada alasan kuat mengapa seharusnya kita mengikuti petunjuk pilihan jenis bahan bakar (biasanya di dekat tutup tangki bahan bakar), sebab kalau tidak bisa memicu pembakaran lebih dulu sebelum seharusnya.

Penyebab umum lainnya bisa datang dari busi. Kondisinya macam-macam, misalnya masih dipakai padahal sudah seharusnya ganti atau diganti tapi tidak sesuai spesifikasi. Busi bekerja dalam hitungan pasti, ketika kesalahan kerja terjadi maka mengganggu pembakaran hingga, seperti kita sudah tahu, membuat mesin ngelitik.

Penyebab lain ngelitik seperti disitat dari How Stuff Works, yakni terdapat kerak pada ruang pembakaran, injektor kotor, sensor knocking rusak, sil kadaluarsa, dan bisa juga karena mesin bekerja terlalu panas.

Febri Ardani/KompasOtomotif Pengaruh "ngelitik" buat mesin.
Dampak

Ngelitik jelas merusak mesin. Bila dipantau langsung ke ruang bakar, ketika kepala piston sedang berada di atas ada tiga bagian yang terbentuk. Paling atas yaitu bensin yang terbakar pada 2.000 °C – 3.000 °C, lapisan udara pelindung di bagian tengah, dan kepala piston (misalnya dari bahan alumunium dengan ketahanan sampai 200 °C).

Gelombang ngelitik akan merusak lapisan pelindung hingga suhu piston bisa melebihi batas ketahanan.

“Makanya itu yang membuat piston bisa bolong atau meleleh. Ini yang sering terjadi di mobil, ngelitik itu merusak mesin,” kata Ari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X