Ini Kebiasaan Salah Para Pengguna Skutik

Kompas.com - 09/03/2016, 10:22 WIB
Kanvas ganda skutik Yamaha yang mengalami gangguan. Ghulam/OtomaniaKanvas ganda skutik Yamaha yang mengalami gangguan.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif –
Kendaraan roda dua bertransmisi matik, sudah jadi pilihan utama para bikerterutama di Ibu Kota. Salah satu alasannya, karena pengoperasiannya yang mudah dan praktis, apalagi saat hadapi jalan macet.

Sigit Prayitno, Kepala Bengkel spesialis skutik, Sahabat Matic mengatakan, masih banyak pengguna matik masih belum sadar cara berkendara benar. Kebiasaaan yang kerap dilakukan yaitu cara menarik gas dengan spontan, apalagi dari posisi sepeda motor diam.

“Perilaku berkendara seperti itu tentunya akan membuat skutik cepat mengalami kerusakan. Seharunya untuk skutik, gas harus diurut perlahan, jangan main asal hentak saja, layaknya sepeda motor bertansmisi,” ujar Sigit kepada KompasOtomotif, Selasa (8/3/2016).

Dua Kerusakan

Sigit melanjutkan, setidaknya ada dua kerusakan yang kerap terjadi karena perilaku berkendara tersebut. Pertama, rusaknya kanvas ganda (kanvas kopling untuk sepeda motor non-matic).

“Usia kanvas ganda bisa lebih cepat rusak (enam bulanan), padahal usianya bisa mencapai satu tahun lebih atau 20.000 km. Biaya penggantiannya dari termurah Rp 135.000 sampai Rp 250.000, belum jasanya,” ujar Sigit.

Kemudian, lanjut Sigit, kerusakan juga akan terjadi pada roller CVT. Membuat bentuknya menjadi tidak lagi bulat (peyang). Biaya penggantian roller dari Rp 60.000 sampai Rp 85.000.

“Dua kerusakan tersebut, akan membuat skutik terasa tidak halus bergerak ketika gas ditarik, terutama dari posisi sepeda motor diam atau berjalan pelan. Maka dari itu, perhatikan cara berkendara skutik yang benar, terutama dari cara menarik gas,” ujar Sigit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X