Komunitas Ford: Kami Baik-baik Saja

Kompas.com - 28/02/2016, 18:01 WIB
Febri Ardani/KompasOtomotif Pesan yang ditulis Ford EcoSport Community (Forescom) di mobil mereka, "we are fine".

Jakarta, KompasOtomotif – Buat komunitas pemilik Ford di Indonesia, keputusan Ford Motor Indonesia (FMI) bakal berhenti beroperasi bukan hal yang pantas diambil pusing. Kebiasaan selalu bergerak independen tanpa dukungan penuh FMI adalah salah satu alasannya, tapi selain itu dikatakan memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Salah satu yang komunitas yang paling angkat suara adalah Ford EcoSport Community (Forescom). Komunitas pemilik SUV medium yang baru berumur satu tahun ini menyatakan “kami baik-baik saja” lewat tulisan di mobil mereka.

Febri Ardani/KompasOtomotif Ford EcoSport Community (Forescom) ikut dalam kumpul akbar para komunitas Ford di Indonesia di Tangerang, Minggu (28/2/2016).
Tulisan itu tertulis dalam bahasa Inggris, diletakan di kaca depan bagian atas agar semua orang bisa melihatnya. Tentu saja saat mobil dibawa jalan, pesannya bisa menjawab pertanyaan masyarakat soal kelanjutan nasib konsumen Ford di Indonesia.

Febri Ardani/KompasOtomotif Tampilan EcoSport milik anggota Ford EcoSport Community (Forescom) dengan tulisan "we are fine".
Di sela acara kumpul akbar tujuh komunitas Ford di Tangerang, Minggu (28/2/201), Ketua Forescom, Dudi Darmadi, mengatakan, setelah bulan lalu FMI menyatakan ingin hengkang ada banyak pertanyaan yang muncul dari anggota soal servis, garansi, dan ketersediaan suku cadang. Bahkan sudah ada yang menyatakan ingin menjual mobilnya.

Namun semua itu reda dan kini berubah jadi yakin bisa bertahan karena didukung para diler yang sudah menyatakan komitmennya pada purna jual. Lagipula, jelas Dudi, biarpun tidak ada diler, suku cadang mobil Ford bisa dipesan langsung ke Thailand. Salah satu kelebihan komunitas yakni kemudahan akses seperti ini.

“Kami ga usah galau. We are fine. Kami siap memberikan rasa tenang buat masyarakat, terutama buat para anggota,” kata Dudi.

Saat Forescom terbentuk pada September 2014, inisiasinya disebut dari kalangan pemilik bukan atas dorongan FMI. Hingga kini 370 orang sudah terdaftar jadi anggota Forescom.

“Bubar apa engga, ga ngaruh. Tanpa dukungan pun kami tetap jalan,” lugas Dudi.


EditorAzwar Ferdian

Close Ads X