Honda Akui Terjadi Pergeseran Konsumen Mobilio ke BR-V

Kompas.com - 25/01/2016, 07:22 WIB
Honda BR-V pertama kalinya ada di luar Jawa pada POMA 2015. Ghulam/OtomaniaHonda BR-V pertama kalinya ada di luar Jawa pada POMA 2015.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Honda Mobilio dengan BR-V berada di kelas yang berbeda. Mobilio di kendaraan multi guna bawah (Low Multi Purpose Vehicle/LMPV), sedangkan BR-V crossover atau (Low Sport Utility Vehicle).

Tetapi, keduanya memiliki kapasitas tujuh orang penumpang. Bahkan, selisih harga jika dibandingkan antara BR-V dengan Mobilio E Prestige, RS dan RS CVT tidak jauh berbeda. Mobilio E Prestige Rp 221,5 juta, Mobilio RS Rp 224 juta, Mobilio RS CVT Rp 234,5 juta, sedangkan BR-V dimulai dari Rp 226,5 hingga Rp 262,5 juta.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan, jika ditanya ada perpindahan dari segmen LMPV ke BR-V jelas ada. Bahkan, kata Jonfis, ada juga konsumen Mobilio yang pindah ke BR-V. Tetapi jumlahnya tidak disebutkan.

Aditya Maulana, KompasOtomotif Penyerahan 200 unit BR-V ke konsumen

“Kalau saling memakan tidak, tetapi jika pertanyaannya ada yang pindah pasti ada dari konsumen Mobilio ke BR-V,” kata Jonfis usai penyerahan 200 unit perdana BR-V ke tangan konsumen di mall Gandaria City, Sabtu (23/1/2016).

Mobilio dengan BR-V, kata Jonfis, secara konsep berbeda. HPM sudah melakukan survei dan hasilnya Mobilio itu untuk konsumen yang pertama kali membeli mobil berkapasitas tujuh orang penumpang, sedangkan BR-V konsumen yang naik kelas, tetapi tetap menginginkan kendaraan tujuh penumpang.

“Makanya kita bilang BR-V itu kendaraan bagi konsumen yang naik kelas dari LMPV. Sebab, LMPV ini di Indonesia sudah 10 tahun dengan berbagai merek, kalau konsumen sudah membeli LMPV, tidak mungkin beli LMPV lagi, pasti larinya ke BR-V,” ungkap Jonfis.

Jonfis juga mempercayai, meski ada BR-V, pasar Mobilio tidak akan turun. Permintaaan LMPV akan terus berkembang selama pasar otomotif di Indonesia mengalami kenaikan.

“Jadi menurut kita, selama pasar membesar, pasar akan terus berkembang, kecuali pasar turun itu baru repot sekali,” ujar Jonfis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.