”Biker”, Hindari Aksesori Ini di Musim Hujan!

Kompas.com - 20/11/2015, 13:25 WIB
AHRS/Kompas.com Produk aksesori baru untuk sepeda motor bebek.

Jakarta, KompasOtomotif – Musim hujan sudah tiba. Jika Anda pengguna sepeda motor, sebaiknya persiapkan diri agar terhindar dari kemungkinan celaka atau kerepotan saat hujan turun.

Tak hanya perlengkapan khusus anti-air, tetapi juga perhatikan soal pemasangan aksesori atau komponen aftermarket. Ada beberapa aksesori yang tidak disarankan untuk dipasang. Biasanya, hal tersebut terkait fungsi yang tidak maksimal saat hujan.

”Kalau sudah terlanjur dipasang ya mau bagaimana lagi. Tapi kalau bisa 'standarin' lagi agar lebih aman,” ujar Henrik, pemilik toko aksesori di Jalan RS Soekanto, Jakarta Timur, kepada KompasOtomotif, Senin (16/11/2015).

Lalu, apa saja aksesori yang harus dihindari saat musim penghujan? Berikut daftarnya sesuai saran Henrik untuk para pesepada motor:

1. Ban ceking atau tipis. Model tersebut membuat daya cengkeram tidak maksimal. Alur ban yang sudah tipis juga mengundang masalah karena licin. Segera ganti ban standar atau beli ban dengan ”kembangan” yang masih tebal.

2. Sepatbor belakang variasi. Hal ini menurut Henrik membahayakan untuk pengendara di belakang. Sepatbor aksesori yang hanya mengutamakan penampilan biasanya tidak mempertimbangkan cipratan air dari ban, sehingga mengenai pengendara di belakang. Efeknya mengganggu pandangan dan konsentrasi mereka.

3. Pijakan kaki dan handel setang dari logam. Pemasangan aksesori ini hanya membuat gaya gesek menjadi sangat kecil. Kaki akan mudah terpeleset saat kena air hujan, atau tangan tidak bisa mencengkeram handel gas dengan maksimal.

4. Boks CVT (untuk skutik) modifikasi. Banyak yang menawarkan pemasangan aksesori ”aneh-aneh” seperti selang pernafasan atau melubangi boks agar lebih dingin dan sebagainya. Namun area ini seharusnya menjadi area yang kering. CVT akan mudah selip saat tergenang.

5. Lampu warna putih. Penggunaan lampu ini memang terang saat kering. Namun saat hujan lebat, lampu paling terang dan gampang dilihat justru warna kuning atau kekuningan (standar).

6. Suspensi kaku (direndahkan). Ini dia yang juga dianggap berbahaya. Saat ada genangan, kita tidak pernah tahu apakah ada lubang atau tidak. Suspensi yang tidak standar berpotensi merusak bodi saat ”menghajar” lubang yang terlihat karena genangan.


EditorAris F Harvenda

Close Ads X