Laporan Langsung dari Jepang

Ini Rahasia Daihatsu Sukses dengan Mobil Kecil

Kompas.com - 30/10/2015, 09:21 WIB
Kei Car Daihatsu yang beredar di Jepang Azwar Ferdian/KompasOtomotifKei Car Daihatsu yang beredar di Jepang
|
EditorAgung Kurniawan

Yokohama, KompasOtomotif - Daihatsu Motor Co., Ltd (DMC) memetik kesuksesan di pasar otomotif Jepang dengan berkembangnya era kei car (mobil kecil). Itu bisa dilihat dari data penjualan tahun lalu, kei car mendominasi penjualan mobil di Jepang dan Daihatsu Tanto menjadi juaranya.

Pada 2014 lalu, penjualan mobil di Jepang mencapai angka 5,6 juta unit, dan dari 10 besar mobil terlaris, tujuh di antaranya adalah model kei car dari beragam merek. Sedangkan Tanto duduk di posisi pertama dengan penjualan 234.000 unit.

"Tanto sangat populer di sini, selain itu ada juga Mira dan Move yang juga cukup laris. Ini menjadi bukti bahwa model kei car kami sangat diterima di Jepang. Itu adalah buah dari proses pengembangan panjang yang sudah kami lakukan sejak lama," jelas Jun Nagata, Chief Executive Designer DMC, kepada KompasOtomotif, di Yokohama, Kamis (28/10/2015).

Daihatsu punya prinsip untuk selalu mempelajari karakter setiap area penjualan, termasuk di dalam Jepang sendiri. Ini dimaksudkan agar produk yang ditawarkan tidak salah sasaran. "Kei car rancangan Daihatsu sudah mewakili keinginan rata-rata konsumen Jepang. Mereka ingin mobil kecil yang ringkas, namun memiliki kapasitas ruang yang besar serta fitur yang terbaik. Dasar inilah yang menjadi prinsip utama Daihatsu dalam merancang mobil kecil," ujar Nagata lagi.

Nagata melanjutkan, desain boxy juga menjadi rahasia kenapa kei car Daihatsu bisa ringkas di luar tapi luas di dalam. "Dengan menggunakan bodi yang terlihat kotak, kapasitas ruang bagasi di dalam jadi lebih luas. Memang secara desain jadi tidak terlalu bagus atau sebaik desain dengan bodi aerodinamis. Tapi Daihatsu mampu membuat bodi boxy yang tetap apik secara desain," jelas Nagata.

Kapasitas kabin juga menjadi salah satu alasan kenapa kei car Daihatsu masih mempertahankan teknologi mesin konvensional, yang tidak dipadukan dengan teknologi modern seperti hibrida. Nagata menjelaskan, bila kei car dipadankan dengan sistem hibrida maka akan ada banyak ruang yang terpakai untuk penyimpanan baterai.

"Kei car hibrida bukan pilihan, karena akan mengorbankan kapasitas ruang kabin. Kami lebih memilih untuk mengembangkan kei car dengan tenaga listrik," jelas pria Jepang yang fasih berbahasa Inggris ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X