Bea Masuk Impor Mobil Naik Sampai 50 Persen

Kompas.com - 25/07/2015, 09:22 WIB
Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS. M LulutFasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Ada kejutan baru dari Pemerintah Indonesia bagi pebisnis otomotif di Indonesia pasca-Lebaran 2015. Pemerintah baru saja menaikkan pajak bea masuk (BM) atau impor duty kendaraan bermotor Indonesia.

Keputusan ini disampaikan lewat Kementerian Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 132 Tahun 2015, tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan tarif Bea Masuk Atas Barang Impor. Dalam regulasi terbaru ini, diputuskan kalau impor kendaraan bermotor secara utuh (completely built-up/CBU) ke Indonesia tarif BM naik menjadi 50 persen dari sebelumnya cuma 40 persen.

Menariknya, PMK ini juga menaikkan BM untuk kendaraan yang diimpor secara terurai utuh alias completely knocked down (CKD) juga naik dari 10 persen menjadi 50 persen.

"Kalau bea harga CBU dan CKD tidak banyak, ya merek-merek akan impor CBU, akhirnya Indonesia bisa kehilangan Investasi dan lapangan kerja," ujar Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia kepada KompasOtomotif, Kamis (23/7/2015).

Jongkie mengaku belum mengetahui detail rencana kenaikan pajak BM untuk CBU dan CKD dari segi implementasi. Termasuk apakah regulasi baru ini berlaku untuk kesepakatan-kesepakatan Indonesia dengan negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, India, China, dan tentunya ASEAN.

"Tapi saya belum tahu bagiaman dengan FTA (free trade area) yang ada, seperti IJ-EPA (Indonesia-Jepang Economic Pratnership Agreement), AFTA (ASEAN Free Trade Area), AKFTA (ASEAN-Korea Free Trade Area), dan lain sebagainya," ucap Jongkie.

Tebang pilih

Davy Tuilan, Wakil Direktur Pelaksana PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara terpisah mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap industri otomotif.

"Ini memang tebang pilih, tetapi bagi mereka (merek-merek) yang sudah investasi di sini. Kalau yang hanya impor tanpa punya aset di Indonesia, lumayan berat dengan kenaikan ini," ucap Davy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X