Kabin Mobil Jangan Jadi “Tempat Tidur Berjalan”

Kompas.com - 22/07/2015, 07:04 WIB
Ubah kabin jadi grandamericanadventures.comUbah kabin jadi "tempat tidur berjalan" tidak benar menurut pandangan keselamatan berkendara.
|
EditorAzwar Ferdian
Jakarta, KompasOtomotif — Modifikasi kendaraan memang hak setiap pemilik, tetapi sudah seharusnya dilakukan dengan kaidah keselamatan berkendara. Tidak sedikit, karena momen mudik, pemilik merasa perlu mengubah kabin menjadi tempat tidur dadakan, padahal hal ini sangat berbahaya, apalagi bila digunakan anak kecil.

Seperti terlihat pada foto di atas, seseorang melipat jok hingga rata lalu dilapisi kasur sebagai ruang tidur. Ubahan seperti ini tidak benar bila dilihat dari kacamata keselamatan berkendara. Ada alasan setiap pabrikan merancang konfigurasi semua tempat duduk mobil menghadap ke depan serta dilengkapi sabuk pengaman buat semua penumpang.

Menurut Rifat Sungkar, pebalap nasional dan pendiri sekolah mengemudi Rifat Drive Labs, konfigurasi seperti itu lebih layak digunakan saat beristirahat. Ketika mobil bergerak, penumpang seharusnya dijaga sabuk pengaman agar tetap duduk sempurna, hal ini untuk menghindari risiko benturan.

“Dalam mobil ada gaya lateral dan sentrifugal, di mana posisi tidur tidak memiliki grip untuk menahan badan ke kanan atau ke kiri ketika tikungan, dan atas-bawah jika bumpy ,” katanya kepada KompasOtomotif, Selasa (21/7/2015).

Mengubah kabin jadi “kasur” juga tidak tepat dari sisi modifikasi. Menurut Andre Mulyadi dari rumah modifikasi Signal Kustom, setiap perubahan mobil mesti memperhatikan aspek keselamatan berkendara. Mengajak anak kecil saat berkendara jauh harus dilengkapi perlengkapan layak, seperti kursi khusus.

“Kalau seperti di foto, anak tidak dalam kondisi aman selama perjalanan. Tanpa sabuk pengaman bisa saja mengakibatkan hal buruk, terlempar atau terluka bila kecelakaan,” ucap Andre.

Keselamatan berkendara bukan hanya dipengaruhi faktor internal, melainkan juga eksternal. Skenario paling buruk untuk penumpang di kabin mobil demikian yakni saat terjadi kecelakaan. Bila tabrakan dari arah depan, penumpang belakang bisa terlempar. Jika dari tabrakan belakang, risiko benturan lebih besar karena tidak ada jok yang seharusnya bisa menahan dampak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X