Kompas.com - 16/07/2015, 03:10 WIB
EditorAgung Kurniawan
Jakarta, KompasOtomotif - Meninggalkan paruh pertama tahun ini, penjualan sepeda motor di pasar domestik Indonesia mengalami kondisi buruk. Gejolak ekonomi nasional yang tengah terjadi berimbas langsung pada daya beli konsumen, sehingga minat membeli alat transportasi termurah ini jadi menurun.

Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang diperoleh KompasOtomotif, Rabu (15/7/2015) malam, tercatat kalau sepanjang Januari-Juni 2015, total penjualan sepeda motor baru hanya mencapai 3.174.162 unit. Jumlah ini turun drastis sampai 24,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni 4.202.206 unit.

"Penurunan yang dialami tahun ini merupakan yang terburuk sejak krisis 2005 lalu, banyak pebisnis sepeda motor yang tidak menduga penurunan akan sedalam ini," jelas Sigit Kumala, Ketua AISI bidang Komersial kepada KompasOtomotif, Senin (13/7/2015).

Dengan jumlah penjualan ini, maka disimpulkan kalau rata-rata penjualan bulanan tahun ini juga menurun. Tahun lalu, setiap bulan rata-rata sepeda motor yang terjual sekitar 700.000 unit. Sepanjang 2015, rata-rata penjualan per bulan juga turun 24,4 menjadi hanya sekitar 529.000 unit.

Skutik "Merajalela"

Selain kondisi pasar yang tengah menurun, ada hal lain yang menarik untuk dibahas sepanjang enam bulan pertama penjualan tahun ini. Adalah porsi penjualan masing-masing model sepeda motor yang dipasarkan di Indonesia, yakni antara skutik, bebek, dan sport.

Porsi penjualan sepeda motor jenis skutik samakin merajalela di pasar domestik Indonesia, mencakup 75,9 persen terhadap total pasar. Porsi ini meningkat cukup tajam jika dibandingkan total penjualan tahun sebelumnya, yakni hanya 67,6 persen. Memang tren skutik sebagai model pilihan utama bagi konsumen sudah bergulir sejak satu dekade terakhir di Indonesia.

Dengan porsi skutik yang membesar, otomatis berimbas pada jenis sepeda motor idola sebelumnya, bebek alias underbone. Jenis sepeda motor bebek yang sempat mendominasi pasar kini harus menipis porsi penjualannya terhadap pasar nasional. Dalam enam bulan pertama tahun ini, hanya mencakup 13,3 persen, turun dari tahun sebelumnya 18,5 persen.
Sedangkan sport peminatnya juga lebih moderat, tinggal 10,7 persen dari tahun sebelumnya mencapai 13,7 persen.

"Penurunan bebek cukup siginifikan, karena faktor penurunan daya beli sangat berpengaruh pada konsumen pembeli sepeda motor entry level. Bebek termurah menjadi salah satu segmen yang terimbas penurunan penjualan," ujar Sigit, menjelaskan.

Berikut Data Penjualan Sepeda Motor Semester I/2015

Merek

Penjualan (unit)

Pangsa pasar (persen)

Honda

2.131.062

67,14

Yamaha

919.380

28,96

Kawasaki

62.541

1,97

Suzuki

59.464

1,87

TVS

1.715

0,05

Total

3.174.162

Sumber: AISI
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.