Ini Alasan LIPI Cetuskan Uji Elektromagnetik pada Mobil

Kompas.com - 08/06/2015, 16:55 WIB
Leaf diharapkan bisa melesat penjualannya 100 persen di 2014. NissanLeaf diharapkan bisa melesat penjualannya 100 persen di 2014.
|
EditorAzwar Ferdian
Tangerang Selatan, KompasOtomotif – Anggapan mobil-mobil listrik ramah lingkungan sebab punya nol emisi bakar perlu dipikirkan ulang, pasalnya hasil penelitian dari Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mobil yang dilengkapi berbagai perangkat elektronik canggih itu bisa memiliki emisi elektromagnetik.

Gangguan elektromagnetik dari mobil listrik tidak bisa disepelekan, pasalnya radiasi bisa mengusik kerja perangkat elektronik lainnya. Contoh kasus sederhana seperti diterangkan Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2 SMTP) Harry Harjadi, gambar siaran televisi mungkin terganggu saat ada mobil yang melintas.

Kejadian itu bisa terjadi pada mobil konvensional yang punya sistem kerja berbasis Electronic Control Unit (ECU), menurut Harry dampaknya mungkin akan lebih bila mobil listrik yang lewat.

“Itu kan yang sederhana, bagaimana kalau di rumah sakit? Kita tahu di situ ada alat bedah, bisa kita bayangkan kalau alat bedah itu bergeser (karena efek elektromagnetik) saat digunakan? Ini yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Hampir semua produk yang kita lihat sekarang berbasiskan kelistrikan dan elektronika. Dengan perkembangan teknologi ini maka perlu ada aturan tentang Electromagnetic Compability (EMC),”  ungkap Harry, di Serpong, Tangerang Selatan, Senin (8//6/2015).

EMC adalah kemampuan suatu peralatan atau sistem untuk beroperasi secara normal di lingkungan elektromagnetik tanpa terpengaruh ataupun menghasilkan interfensi terhadap lingkungannya. LIPI menyarankan perlu ada standar EMC agar menyeragamkan batas emisi elektromagnetik produk. Tujuan hal ini tentu menciptakan lingkungan yang aman.

LIPI mengatakan pengujian EMC mutlak dilakukan buat semua peralatan elektronik, termasuk mobil. Pembahasan soal EMC sedang dilakukan dan bukan tidak mungkin akan menjadi regulasi baru di Indonesia bila pemerintah memandang hal ini penting untuk diundangkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X