Success Story Presdir Federal Oil Patrick Adhiatmadja

Sang Arsitek Pelumas "Spesialis Dingin" (habis)

Kompas.com - 04/06/2015, 11:05 WIB
Presiden Direktur PT Federal Karyatama, Patrick Adhiatmadja, dalam sesi foto Kompas.com di Gedung PT Federal Karyatama, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2015). KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZESPresiden Direktur PT Federal Karyatama, Patrick Adhiatmadja, dalam sesi foto Kompas.com di Gedung PT Federal Karyatama, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2015).
|
EditorAris F Harvenda

Kehidupan ini sangat indah. Tak semua perjalanan hidup manusia berjalan dengan mulus. Tentu banyak rintangan dan hambatan dalam meraihnya. Kuncinya adalah kesabaran, keteguhan hati, memiliki prinsip yang kuat, jujur, apa adanya, dan selalu melakukan inovasi. Di balik kesuksesan seseorang, ada kisah-kisah mengharukan dan menyedihkan. Semua itu adalah proses yang harus dilalui. Kompas.com meneruskan serial artikel "Success Story" tentang perjalanan tokoh yang inspiratif. Semoga pembaca bisa memetik makna di balik kisah.

Jakarta, KompasOtomotif - Perjalanan karir Patrick Adhiatmadja berlanjut setelah dirinya masuk ke dalam PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) mulai Januari 2011. Perusahaan lokal yang bernaung di bawah Grup Saratoga, milik keluarga Soeryadjaya, berpusat di Surabaya, Jawa Timur.

Berbekal pengalaman sebelumnya di General Electric Company (GE), Patrick cukup kaya pengetahuan soal strategi pengembangan bisnis. Pada awal karirnya di MPM, Patrick berhasil menggiring negosiasi akuisisi perusahaan penyewaan mobil nomor terbesar ketiga di Indonesia, PT ANJ Rent, yang saat itu memiliki armada hampir 7.000 kendaraan. 

Di MPM, Patrick menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Perencanaan. Lewat beberapa keputusan jitunya, MPM berhasil mendapat suntikan dana segar dari perusahaan ekuitas swasta regional bernilai 100 juta dollar AS, September 2012.

"Saya mulai ikut membenahi MPM sampai akhirnya go public (masuk lantai bursa). Induk perusahaannya sudah beres, sekarang tinggal anak-anak perusahaannya yang diminta untuk diperbaiki satu per satu. Federal merupakan perusahaan penyumbang pemasukan terbesar bagi grup," ujar Partrick kepada KompasOtomotif, belum lama ini.

Sebagai perusahaan publik, MPM punya keinginan untuk terus berkembang. Perusahaan pelumas Federal Oil memegang kunci utama pada keberhasilan grup di masa depan. Apalagi, terjadi perubahan paradigma bisnis dari PT Federal Karyatama (FKT) yang semula memasok pelumas genuine sepeda motor Honda menjadi produk aftermarket. Situas ini terjadi karena PT Astra Honda Motor (AHM) memutuskan untuk memproduksi sendiri oli genuine dan menggeser posisi Federal Oil sebelumnya.

"Saya waktu itu ditawarkan untuk mengelola Federal Oil karena manajemen sebelumnya sudah mau pensiun. Selain itu diminta untuk mentransformasi perusahaan, karena basis bisnisnya mulai berubah dari semula hanya menjual pelumas ke AHASS (bengkel resmi sepeda motor) Honda, sekarang harus berjuang di pasar aftermarket," ucap Patrick.

Akhirnya, Patrick menerima tantangan baru ini dan menjabat sebagai Chief Executive Officer FKT. Pria penggemar kopi ini mengaku cukup beruntung karena diminta mengelola perusahaan yang dalam kondisi keuangan sehat dan pondasi yang kuat.

Ubah haluan

Tantangan utama Federal Oil kali ini adalah menciptakan merek dagang (branding) yang kuat di benak masyarakat. Target ini terbilang menantang, karena sebelumnya Federal Oil sudah cukup nyaman dengan hanya memasok kebutuhan oli di jaringan bengkel resmi Honda. Tanpa perlu  branding, oli yang diproduksi sudah laku terjual dengan sendirinya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X