Success Story Presdir PT Federal Karyatama Patrick Adhiatmadja

Berawal dari Salah Jurusan, Patrick Kini Jadi Bos Produsen Oli

Kompas.com - 22/05/2015, 10:56 WIB
Presiden Direktur PT Federal Karyatama, Patrick Adhiatmadja, dalam sesi wawancara dengan Kompas.com di Gedung PT Federal Karyatama, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2015). KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZESPresiden Direktur PT Federal Karyatama, Patrick Adhiatmadja, dalam sesi wawancara dengan Kompas.com di Gedung PT Federal Karyatama, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2015).
|
EditorAris F Harvenda


Kehidupan ini sangat indah. Tak semua perjalanan hidup manusia berjalan dengan mulus. Tentu banyak rintangan dan hambatan dalam meraihnya. Kuncinya adalah kesabaran, keteguhan hati, memiliki prinsip yang kuat, jujur, apa adanya, dan selalu melakukan inovasi. Di balik kesuksesan seseorang, ada kisah-kisah mengharukan dan menyedihkan. Semua itu adalah proses yang harus dilalui. Kompas.com meneruskan serial artikel "Success Story" tentang perjalanan tokoh yang inspiratif. Semoga pembaca bisa memetik makna di balik kisah.

Jakarta, KompasOtomotif — Sedikit perusahaan asli Indonesia yang berhasil bertahan melawan kerasnya kompetisi persaingan pasar. Apalagi hegemoni pasar bebas makin memicu serbuan berbagai produk asing untuk terus masuk ke Tanah Air, seraya memaksa putra-putri terbaik Indonesia wajib menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Adalah Patrick Adhiatmadja, pria berdarah Jawa Tengah, kelahiran Semarang pada 1964, yang berhasil menjawab tantangan ini dalam memimpin PT Federal Karyatama (Federal Oil), perusahaan pelumas otomotif lokal. Menjabat Presiden Direktur, setiap langkah, strategi, keputusan, dan penyelesaian masalah yang diambil Patrick adalah hal vital demi kemajuan perusahaan.

Lantas bagaimana alumnus Universitas Katolik Parahyangan Jurusan Arsitektur ini mencapai jabatan puncak tertinggi di perusahaannya?

KompasOtomotif menemui Patrick di kantor pusat Federal Oil, Kawasan Industri, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (20/5/2015). Ketika sampai, kami langsung diajak ke lantai tiga, bangunan utama di kompleks pabrik pengemasan pelumas itu. Sambil menyeruput kopi hitam, pria yang ramah senyum ini menyambut kedatangan kami.

"Saya memang suka kopi, tapi pahit. Dulunya minum kopi harus pakai gula, tapi setelah kelamaan jadi suka yang pahit. Tapi, memang seperti ini seharusnya minum kopi, pahit. Kita jadi bisa mengetahui taste jenis kopi yang ada," celoteh Patrick, sambil menyuguhkan kartu namanya.

Jurusan IPA

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski dilahirkan di Semarang, Patrick tumbuh dan besar di Jakarta. Ibunya berasal dari Semarang, sedangkan sang ayah merupakan putra Demak, Jawa Tengah. Memulai cerita perjalanan kariernya, Patrick remaja mengaku belum mempunyai tujuan hidup pasti menggapai masa depan.

"Saya dulu SMA di Pangudi Luhur, lulus 1983 mengambil jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), tapi tidak suka dengan pelajaran eksakta. Waktu lulus dan beranjak kuliah, saya masih belum tahu mau jadi apa. Tapi, karena lulusan IPA, pemikiran masih agak chauvinist, dari semula teknik, tapi berpikir jurusan yang agak ada seninya, juga mahasiswinya cantik-cantik, akhirnya pilih arsitektur. Waktu itu dasar pemikirannya masih sangat dangkal," kenang Patrick.

Langkah pendidikannya kemudian berlanjut di bangku kuliah, menjadi mahasiswa di Universitas Katolik Parahyangan Jurusan Teknik Arsitektur. Setelah menjalani kuliah di Bandung, Jawa Barat, selama enam semester, langkah Patrick terasa berat pada jurusannya itu. Ia merasa tidak bisa menikmati kuliah arsitektur yang dijalaninya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.